Jumat, 26 Februari 2010

MEMBENTUK PRIBADI ANAK MELALUI CATATAN RINGAN

Membentuk Pribadi Anak Melalui Catatan Ringan

Peruntukan uang saku anak, diakui atau tidak, sering tidak menjadi perhatian orangtua. Tanggung jawab dan perhatian orangtua dipahami hanya sampai sebatas memberi uang saku. Merasa telah selesai menunaikan tugas dan kewajiban jika uang diserahkan dan anak terlihat gembira. Dan, fatalnya, merasa juga bahwa kebutuhan anak telah tercukupi.

Kenyataan ini boleh jadi mengondisikan anak memiliki keleluasaan dalam memenuhi keinginan. Uang saku dimanfaatkan secara bebas. Selera pribadi dipenuhi sepuas mungkin. Tidak perlu ada keinginan yang tertunda. Persoalan nanti merugikan atau tidak, bukan menjadi pertimbangan. Yang penting baginya menyenangkan. Malah-malah karena keleluasaannya itu, anak bisa lupa kontrol diri yang memudahkan keberadaannya terseret arus kehidupan yang tidak benar.

Itulah sebabnya, penting bagi orangtua untuk tetap dapat membangun komunikasi dengan anak meski sesibuk apa pun di masa sekarang ini. Salah satu cara ini pernah dipraktikkan teman saya sejak kecil hingga kuliah dan kala itu hidup masih menumpang orangtua yang mungkin kini tetap relevan untuk diterapkan pada anak sejak usia dini yaitu meminta anak membuat catatan ringan peruntukan uang saku untuk kemudian dilaporkan kepada orangtua.

Mengapa sejak usia dini? Asumsinya, karena anak usia dini tingkat kejujurannya relatif dapat dipertanggungjawabkan. Karena masih usia dini, perlakuan yang diberikan tentu membutuhkan perhatian yang lebih. Kalau hal demikian dilakukan dengan sungguh disiplin terutama kontrol orangtua, dapat dipastikan membawa hasil yang tidak mengecewakan, yakni pribadi penuh tanggung jawab. Ini sebuah investasi yang sungguh bermakna. Mencetak kader masa depan yang jauh dari gelimang korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""