Jumat, 26 Februari 2010

MENEMUKAN BANYAK NILAI SAAT MENYATU DENGAN ALAM

Menemukan Banyak Nilai Saat Menyatu dengan Alam

Jumat, 26 Februari 2009, Kelas IX D SMP 1 Jati Kudus mengadakan kegiatan khusus, yang terkemas dalam tema ”Menyatu dengan Alam”. Selaras dengan tema itu, beberapa hari sebelumnya, ada tim khusus dari siswa mencari lokasi. Ditemukanlah sebuah tempat yang sungguh menarik, sebuah sungai besar nan lebar di sisi kanan-kiri ada tebing cukup tinggi yang ditumbuhi tetumbuhan merimbun. Di beberapa tempat di badan sungai ada bebatu cadas yang rata-rata lumayan lebar dan kering sehingga dapat dimanfaatkan untuk duduk-duduk santai bercengkerama. Air mengalir deras di sisi kanan-kiri bebatu cadas itu. Di Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, kabupaten Kudus, tempat itu berada.

Seluruh siswa, sejumlah 36 anak, telah tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB. Tampak di wajah mereka sungguh gembira. Menikmati panorama ciptaan Sang Khalik yang luar biasa. Menkjubkan. Seakan-akan mereka tak hendak berhenti menghirup segar udara dan bau khas air sungai yang belum tercemar. Kalau sehari-hari mereka disibukkan kegiatan sekolah yang mungkin membikin tegang otak dan benak, maka ketika di sekiling terhampar suasana alam penuh pesona kendorlah semua urat-syaraf, hingga membawa diri ke alam bebas, tentram, damai, dan penuh persekutuan ilahi.

Kegiatan anak-anak sangat ”membumi”, di samping memang ada kegiatan khusus yaitu pemotretan. Mereka bermain pasir, air, bebatuan, reranting kayu yang kebetulan terseret arus air, menangkap ikan, ketam, dan masih banyak lagi. Yang pasti, tidak ditemukan anak bermain hape seperti yang biasa mereka lakukan sehari-hari, yang disadari atau tidak, membentuk mereka menjadi manusia individulistis.

Dan sungguh menakjubkan, tatkala mereka menyatu dengan alam mudah ditemukan nilai-nilai kehidupan positif. Pertama, kepedulian spontanitas. Tanpa disuruh oleh siapa pun, mereka langsung melakukan perbuatan saat ada teman yang terseret air. Dalam peristiwa yang sama dijumpai juga nilai yang kedua, yaitu keguyuban. Tanpa ada aba-aba pun mereka lansung secara guyub memberikan pertolongan dan perlindungan kepada teman yang tertimpa musibah. Ketiga, rela berkorban. Bayangkan! Ketika ada peristiwa itu banyak anak yang secara sukarela berbasah-basah menceburkan diri ke sungai demi membantu teman yang terseret arus air itu. Tampak pada wajah mereka tak ada beban. Mereka tulus ikhlas menolong sesama, meski dirinya sendiri menjadi korban, yaitu basah kuyub. Yang keempat, motivator. Fantastis, karena hampir semua anak muncul secara mendadak menjadi sang motivator bagi teman yang menderita. Dan agaknya, kemunculan banyak motivator itu memberikan terapi sungguh mujarab. Terbukti, anak yang terjatuh terseret arus air cepat mendapatkan kesembuhan, terutama kekuatan mental kembali pulih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""