Rabu, 17 Februari 2010

SAJAK UNTUK ANAK

SAJAK UNTUK ANAK

aku tak ingin
kau diam tanpa gerak
seperti mengandung
malu dan takut berbuat
menyembunyikan gagasan
menyumpat kreativitas

bergeraklah bebas
serupa dedaun palem
di halaman sekolah kita
menembus arah
bebas berbiak
menarik dipandang mata

biarkan aku bersorak
karenamu
tangguh menempuh
gelombang dengan potensi
yang terus terasah

Kudus, 17/2/2010

9 komentar:

  1. Aku hanya bisa diam, membisu
    Menahan luka yang kian meradang
    dalam nurani yang terhimpit
    di antara teguran dan sanksi

    Ingin sekali kutorehkan perih ini
    dalam kertas dan pena
    serta secawan air mata

    Tapi apa daya, semua takkan berguna
    Lingkunganku yang baru telah merobek semua inspirasiku
    membuat jemariku terasa kaku
    tuk bisa menari di atas duniaku
    yang penuh dengan kiasan

    Memang tak ada yang bisa kulakukan
    Selain diam dan berharap
    agar bisa segera mengembalikan potensi
    yang pernah membuatmu bersorak padaku

    BalasHapus
  2. Luar biasa! Potensi yang sesungguhnya tak boleh dikalahkan oleh "lingkungan yang baru". Justru jadikanlah lingkungan yang baru itu memperkaya inspirasimu. Terus berkarya dan bakar semangatmu! Terima kasih El, kamu telah berkunjung ke blog ini. Mari terus berkomunikasi! Salam sejahtera.

    BalasHapus
  3. iya pak,
    tapi sekarang situasinya sudah beda
    anak-anak SMA lebih suka dengan band, nyanyi atau sulap
    mading juga terbengkalai
    karena jarang yang menyukai dunia tulis menulis
    sebagian besar menganggap sastra sebagai "sampah" yang tak perlu diperhitungkan
    ya sebagai anggota dari kemajemukan masyarakat, aku harus bisa memilih yang mayoritas.
    Salah satunya mulai beralih ke bidang-bidang lain yang lebih disenangi di lingkunganku yang baru.
    Memang susah meninggalkan dunia yang sudah bertahun-tahun aku geluti ke sesuatu yang harus aku mulai dari nol. Tapi mau bagaimana lagi pak, bukankah seorang entertainer yang baik harus bisa menuruti keinginan audience???

    BalasHapus
  4. Elsa, tidak harus memilih yang mayoritas! Sebab, segala sesuatu yang "sedikit" saja dipaksakan tidak akan maksimal hasilnya dan kau, saya tahu potensi kau ada di dunia yang tidak dimiliki oleh orang kebanyakan. Dunia baru boleh kau masuki, bahkan perlu, tetapi gunakan itu untuk menggali inspirasi dan tuangkan itu semua ke dalam bentuk yang sejak dulu telah kaugeluti itu. Band, nyanyi, dan sulap justru dapat populer di tengah-tengah masyarakat kalau dipublikasikan, dan kau itu yang bisa mempublikasikan.

    Saya ingatkan, tetaplah pegang teguh talenta yang telah diberikan Tuhan kepadamu. Jangan sembunyikan. Saya yakin ketika kau mau menyembunyikan talenta pemberian Tuhan itu, batinmu tentu tersiksa.

    Andrea Hirata besar namanya lewat sastra. Jadi, biarkan orang menganggap sastra itu sampah. Pinta saya, kau tetap berkarya. Salam sejahtera.

    BalasHapus
  5. ya itu yang susah pak...
    mengembangkan talenta yang jarang dimiliki orang lain itu tak semudah membalikkan telapak tangan,
    semuanya butuh proses dan proses itu terkadang terlalu menyakitkan batin.

    anak-anak SMA kan suka untuk mengembangkan talenta itu bersama-sama, seperti nge-band bersama atau sejenisnya lah. Tapi untuk menemukan orang yang punya bakat seperti aku itu ternyata sulit. Jadi bukan aku yang mau untuk beralih ke dunia baru tapi keadaan yang memaksa. Salam Sejahtera juga pak...

    BalasHapus
  6. Elsa, jangan kita yang diubah keadaan, tetapi keadaanlah yang perlu kita ubah. Hidup kita mengalir jangan sampai dikacaukan oleh keadaan, sebab jika demikian maka kita tidak memiliki jati diri.

    Manusia hidup butuh jati diri. Dan, kau beruntung sebenarnya karena dalam usiamu yang masih belia jati dirimu sebenarnya telah tampak. Kamu sendiri toh telah mengakui bahwa bakat yang kamu miliki demikian sulit ditemukan pada orang lain apalagi seusia dirimu.

    Nah, itulah sebabnya, Bapak berpesan tetaplah cintai apa yang telah kautemukan itu, jangan mencari yang belum tentu dapat kauraih, sementara melepas yang telah tergenggam. Selamat Paskah dan Salam sejahtera. Tuhan memberkati.

    BalasHapus
  7. Selamat Paskah juga, Pak (sorry, telat)
    thanks buat sarannya yang sangat berguna untuk merubahku seperti dulu lagi, memang kalau dikaji lebih jauh, sayang juga kalau apa yang sudah ada dibuang,
    Jadi, mungkin memang aku dilahirkan untuk berkecimpung di "dunia kata-kata"..
    skali lagi, thanks Pak, buat saran dan komentarnya...
    GBU

    BalasHapus
  8. Ya, sama-sama. Tuhan memberkatimu. Lama buanget kamu tak muncul. Jadi, aku juga agak jarang mampir ke blogmu. Semoga perjalinan kita yang mulai bersemi ini, semakin akrab dan yang penting saling menyemangati untuk menulis.

    Salam kekerabatan.

    BalasHapus
  9. iya pak...
    isi blogku juga tak terurus, tp setelah dpt semangat baru utk nulis, baru ini blogku ta'ubah total *liat aja Pak* postingan-postingannya juga sudah kembali ke dunia sastra indonesia kok Pak...
    Hehehe..^^..
    Salam kekerabatan juga, Pak...

    BalasHapus

""