Senin, 08 Maret 2010

ADIK LAHIR, KASIH SAYANG TERAMPAS

Adik Lahir, Kasih Sayang Terampas

Kasih sayang orangtua tumpah ruah secara penuh ketika anak masih sendiri, sebelum ada kehadiran saudaranya. Semua aktivitas orangtua seakan-akan hanya bermuara pada kepentingan anak. Kepentingan anak menjadi segala-galanya. Itulah sebabnya kebutuhan seluruh penunjang pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi prioritas, termasuk kebutuhan yang remeh-temah meski hanya memperelok penampilan anak di hadapan banyak orang demi menaikkan gengsi diri. Bahkan, ketika anak mulai bisa meminta ini-itu, sering tak ada daya untuk menolak. Semua dipenuhi, dituruti, dan dilayani agar nyaman benak anak tersayang.

Tanpa disadari orangtua, anak lambat-laun terasuki rasa bangga diri karena seluruh keinginannya terpenuhi. Anak dapat mereguk semua kenikmatan tanpa perintang. Dan, bukan tidak mungkin hal ini mewarnai mental anak sehingga menjadi sangat bergantung, miskin inisiatif, dan enggan berbagi.

Menjadi sebuah ”ledakan” dahsyat sedahsyat bom teroris bunuh diri manakala ada kehadiran adik. Kenyamanan benak anak, (selanjutnya dibaca kakak), mulai terusik karena orangtua tak penuh lagi mencurahkan perhatian. Orangtua berbagi kasih sayang dengan adik, apalagi jika di saat-saat usia awal adik, kakak hampir-hampir tak tersentuh. Ini yang menimbulkan reaksi kurang sedap dalam diri kakak -pernah teralami anak pertama kami, mungkin juga anak pertama keluarga lain. Ngambek, mudah tersinggung, bahkan marah-marah mewarnai hari-hari kakak.

Hanya kesabaran, bahkan kelembutan orangtua yang mampu meredakan gelegak emosi kakak. Meskipun kakak sering ngambek, mudah tersinggung, dan cepat membarakan amarah, orangtua tak perlu terprovokasi. Benak tetap tenang dan dingin menghadapi ”perubahan” ini. Terprovokasi sedikit saja, persoalan bertambah memerah. Selamat menjadi insan Tuhan yang kaya kesabaran dan kelembutan!

2 komentar:

  1. tulisan yang mencerahkan, mas. memang benar, konon secara psikologis, seorang anak akan mengalami perasaan seperti itu ketika sang adik lahir, karena merasa tersaingi sehingga cenderung melakukan tindakan tertentu utk cari perhatian ortu.

    BalasHapus
  2. Ya, Pak, saya sangat setuju. Terima kasih. Salam kekerabatan.

    BalasHapus

""