Kamis, 22 April 2010

DATANGKU

DATANGKU

datangku di hadapanmu
dengan segala keletihanku
biarlah menjadi sejarah
yang melekat di lebar
dada mudamu, anakku

datangku tak pernah pongah
tetap dengan keteduhan jiwa
sebab aku ingin kau menjadi
masa depanmu secerah wajahmu

kita memang sering berbeda
tapi biarlah perbedaan itu
terus berkibar menjadi bendera
yang terjahit dengan jarum
kesejatian kita

rengkuhlah datangku, anakku
dengan dada busungmu itu

2 komentar:

  1. wow... puisinya yang keren dengan kemasan diksi yang menarik, pak sungkowo. sebuah nasihat tersirat yang mengandung penafsiran mendalam. salam kreatif.

    BalasHapus
  2. Terima kasih atas komentar Panjenengan,Pak, yang memberi pujian begitu tinggi atas sebuah karya yang demikian sederhana.Salam kreatif juga dan salam kekerabatan.

    BalasHapus

""