Rabu, 26 Mei 2010

Bupati: Sejak Terima SK, Guru Masuk Pertarungan Prestasi

Bupati: Sejak Terima SK, Guru Masuk Pertarungan Prestasi

Meski berbaris dengan pakaian seragam harian (PSH) cokelat keki lengkap di halaman depan SMP Negeri 3 Kudus, sebelah barat kepolisian resor (Polres) Kudus, di bawah terik matahari, para guru itu tetap tampak bersemangat. Sebab, hari ini, Rabu (26/5), sekitar pukul 10.00 WIB, para ”Oemar Bakrie” itu menerima petikan surat keputusan (SK) dari Bupati Kudus, Musthofa Wardoyo.

Petikan SK yang diterimakan itu terdiri atas SK Kenaikan Pangkat untuk 216 guru mulai dari guru Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan SK Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Guru untuk 278 guru mulai dari TK sampai SMA/SMK di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kudus.

Hadir dalam acara itu, pejabat yang melaksanakan tugas (PLT) Kepala Disdikpora Kudus, Bambang Cahyanto, beserta jajarannya dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kudus beserta jajarannya. Para pejabat itu mendampingi bupati saat meyerahkan secara simbolis petikan SK kepada lima guru sebagai wakil dari 494 guru. Petikan SK, yang mulai berlaku per 1 April 2010 itu diterimakan di dua tempat. Untuk Petikan SK Kenaikan Pangkat diambil di Kantor Disdikpora Kudus, sedangkan Petikan SK Pengangkatan Pertama dalam Jabatan Fungsional Guru (langsung) di tempat upacara penyerahan.

Dalam sambutan pengarahannya, bupati, yang (telah lama) mengadakan program ”mudhun ndesa” (turun ke desa) itu, menyampaikan bahwa sejak menerima SK tersebut berarti para guru masuk dalam arena pertarungan prestasi. Artinya, guru-guru harus memiliki spirit berkompetisi dalam prestasi demi kebaikan anak didik. Bahkan, guru harus dapat mengundang rasa empati peserta didik sehingga peserta didik akhirnya dapat meniru prestasi para gurunya. Peserta didik menjadi epigon gurunya. Ini sebuah tantangan bagi guru karena tentu guru dituntut untuk menjadi pribadi yang ”sempurna” di depan peserta didik. Maka, dalam sambutan itu juga, bupati mengimbau kepada Kepala BKD Kudus untuk tak segan-segan mengusulkan kenaikan pangkat (khusus) bagi guru yang berprestasi.

”Pemerintah Kabupaten Kudus juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu guru karena dalam ujian nasional (unas) 2010 ini berhasil mendapatkan nilai di atas tingkat nilai rata-rata untuk Jawa Tengah. Prestasi ini harus dipertahankan, bahkan perlu ditingkatkan,” kata bupati. Oleh karena itu, demikian lanjutnya, dibutuhkan keikhlasan/ketulusan guru-guru dalam memberi bimbingan pada peserta didik. Sebab, keikhlasan/ketulusan itu sebenarnya adalah investasi tak hanya (untuk) masa depan di dunia, tapi juga di akhirat.

Nah, selamat bagi para guru penerima petikan SK! Semangat untuk mendidik dan membina peserta didik sebagai penerus pengendali bangsa ini (tentunya) semakin dikobarkan. Tak ada yang sia-sia semua yang telah diabdikan demi martabat bangsa.

8 komentar:

  1. selamat buat rekan2 sejawat di kudus atas kenaikan pangkat yang diterimanya. semoga makin menjadi spirit utk terus meningkatkan prestasi demi anak2 bangsa masa depan.

    BalasHapus
  2. wah, harus itu, kompetisi guru-guru berkompeten harus digalakkan, biar nantinya guru-guru akan berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaiknya ....
    Semoga akan membantu perbaikan mutu pendidikan di negara kita ....
    amiiin.

    BalasHapus
  3. ibu saya juga seorang guru... hal yg paling disukai dari kenaikan pangkat adalah kenaikan gaji... meskipun gak begitu banyak seh :D

    BalasHapus
  4. Wah, selamat Pak untuk rekan2...
    SK tentu adalah hal yang sudah lama sangat ditunggu-tunggu oleh para pahlawan tanpa tanda jasa...

    BalasHapus
  5. selamat pak, berkompetisi dan berprestasi terus, sambil mohon diinformasikan bahwa ada penghargaan science edcation award kepada guru-guru ipa yang memiliki inovasi pembelajaran.. seperti saya tulis di blog saya

    BalasHapus
  6. kalau boleh usul, kode verifikasi sebelum komentar muncul gak usah diaktifkan pak, saya sering terjebak, tak kira sudah terkirim, begitu poskan omentar langsung saya ganti blog buka lain, padahal khan belum masuk komen saya tadi

    BalasHapus
  7. @Pak Sawali dan Pak Budies:
    Terima kasih lho, Pak, mari kita sama-sama mendukung dalam doa dan spirit lewat blog demi anak-anak didik kita.

    @ Om Rubi dan Om DV:
    Terima kasih, Om, atas "suntikan" motivasi bagi guru-guru di bumi pertiwi ini.

    @Om Firdaus:
    Benar, Om. Terima kasih.

    @Pak Budisastro:
    Maaf, Pak atas "kebodohan" saya. Semoga setelah ini, saat Bapak komen ke blog ini, tak lagi terjebak. Sekali lagi, mohon maaf.

    BalasHapus
  8. Yah emang SK itu harus dipertanggung jawabkan kelayakannnya. Biar gag rugi pemerintah ngasi SK kan?

    BalasHapus

""