Jumat, 07 Mei 2010

Siswa Sejumlah 279, Lulus

Siswa Sejumlah 279, Lulus
-SMP 1 Jati Kudus Peringkat Tiga SMP/MTs Negeri-Swasta se-Kabupaten Kudus-

Baru sekitar 15.30 WIB, Jumat (7/5) halaman depan SMP 1 Jati Kudus, Jawa Tengah, yang masih berupa lapangan berumput itu, telah mulai terlihat beberapa kendaraan bermotor yang diparkir. Beberapa sepeda angin berdiri di antara motor-motor itu. Hal tersebut manandakan bahwa orangtua/wali murid, yang akan mengambil hasil ujian nasional (unas) 2010 anaknya telah mulai berdatangan. Wajar saja karena pengumuman hasil unas itu akan mulai dibagikan tepat 16.00 WIB.

Terlihat para penerima tamu, guru-guru dan karyawan SMP yang telah membuka kelas imersi itu, berjajar mulai pintu masuk hingga ruang lobi sekolah menyambut kedatangan orangtua/wali murid. Dengan seragam ”khas” atasan berwarna biru yang dipadu dengan bawahan hitam, mereka begitu ramah, familiar, menjabat tangan setiap tamu yang datang. Sikap demikian itulah yang memang ditumbuhkembangkan di sekolah yang beralamat di Jalan Getas Pejaten itu, yang tak hanya ditanamkan pada guru dan karyawan, tetapi juga para siswa.

Semakin mendekati 16.00 WIB, orangtua/wali murid yang datang semakin bertambah. Mereka menuju ke ruang-ruang kelas sesuai dengan ruang kelas putra-putri mereka. Di antara mereka terlihat ada yang salah masuk ruang kelas, sehingga keluar pindah ke ruang kelas lain. Hal demikian wajar karena memang orangtua/wali murid tak terbiasa keluar-masuk seperti anak-anak mereka. Ruang kelas yang dipakai untuk menyerahkan hasil unas itu sejumlah delapan sesuai dengan jumlah kelas IX. Artinya, satu kelas memanfaatkan satu ruang kelas. Kursi, tempat duduk, yang disediakan di setiap ruang kelas 36 unit sesuai dengan jumlah siswa setiap kelas.

Dari hasil pantauan, terlihat bahwa kursi yang tersedia di tiap-tiap ruang kelas yang digunakan, terpenuhi. Itu artinya, semua orangtua/wali murid kelas IX hadir. Kehadiran itu boleh jadi karena mereka benar-benar ingin mengetahui hasil belajar putra-putrinya. Keantusiasan demikian sesungguhnya diharapkan oleh setiap sekolah tak hanya waktu penerimaan hasil belajar siswa seperti hasil unas ini, tetapi juga selama keberlangsungan anak-anak bersekolah. Sebab, dengan demikian, komunikasi antara sekolah dengan orangtua/wali murid dalam upaya memperhatikan anak lebih inten. Baik demi anak-anak.

Tepat 16.00 WIB, sesuai waktu yang tercantum di undangan, acara dimulai. Teras kelas telah terlihat sepi karena semua orangtua/wali murid berada di dalam kelas mendengarkan penjelasan wali kelas terkait dengan hasil unas. Berdasarkan pantauan dari kelas ke kelas, terlihat orangtua/wali murid demikian serius. Di raut wajah mereka terbaca ”kegelisahan”, jangan-jangan anaknya belum lulus. Mungkin karena itulah, sehingga banyak teh botol yang tersaji di atas meja, tempat mereka berada, belum banyak yang tersntuh. Terbukti masih banyak yang penuh isinya.

”Tingkat kebelumlulusan unas kali ini, untuk Jawa Tengah, boleh dikatakan tinggi karena mencapai 14,01%. Sementara itu, untuk Kabupaten Kudus, mencapai 7,83% (baik negeri maupun swasta). Dan, kalau di hitung angkanya, sekitar 1.071 siswa. Di banding dengan tahun yang lalu, kebelumlulusan kali ini relatif lebih tinggi,” demikian disampaikan oleh wali kelas IX D, Sungkowo, di hadapan orangtua/wali murid. Orangtua/wali murid terlihat tegang. Hal itu dapat terbaca lewat tatapan mata dan bentuk wajah yang begitu tegang.

Apalagi di ruang kelas lain disampaikan bahwa jika nanti ada yang belum lulus, orangtua/wali murid dimohon untuk masuk ke ruang lain karena ada pemberitahuan lebih lanjut oleh kepala sekolah terkait dengan ”ujian ulangan”. Beberapa orangtua/wali murid tampak tak jenak duduk di kursi. ”Pak, segera dibagikan.Terlalu lama menunggu. Ingin cepat tahu,” celetuk salah satu orangtua/wali murid.

Sekolah memang membuat kebijakan, hasil unas yang dimasukkan amplop, yang diserahkan kepada orangtua/wali murid itu, harus dibuka di dalam ruang kelas. Hal ini dimaksudkan, biar kalau ada siswa yang belum berhasil tetap menjadi perhatian banyak orang, tak hanya orangtua/wali muridnya, tapi juga semua orangtua/wali murid. Sebab, sebetulnya hal itu menjadi tanggung jawab bersama.

Di penghujung pengumuman itu, diketahui bahwa siswa kelas IX SMP 1 Jati Kudus, yang berjumlah 279, dinyatakan lulus semua. Kelulusan yang sangat membanggakan karena ada beberapa sekolah yang difavoritkan di Kudus ini ternyata memiliki siswa yang dinyatakan belum lulus. SMP 1 Jati Kudus, kali ini, secara keseluruhan mendapat peringkat tiga SMP/MTs negeri maupun swasta se-Kabupaten Kudus, dengan jumlah nilai rata-rata seluruh mata pelajaran unas (bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, dan IPA) 34,01. Bahkan yang sangat membanggakan adalah untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan IPA, nilai rata-ratanya dapat peringkat dua, masing-masing 8,25 dan 8,65. Sementara itu, rata-rata nilai mata pelajaran bahasa Indonesia dan Matematika memperoleh peringkat tiga, masing-masing 8,39 dan 8,69. Selamat SMP 1 Jati Kudus!

5 komentar:

  1. adek saya juga lulus. Tapi sayang,kelulusan di Bali mengalami penurunan dari tahun lalu, sekitar 700 siswa gag luluss..

    BalasHapus
  2. Betapa senengnya kalau banyak siswa berhasil dapat nilai baik, tak sekedar hanya lulus.
    Dan kalau tak luluspun, tak berarti kiamat kan...karena masih bisa mengulang.

    BalasHapus
  3. dan semoga kelulusan itu didapat karena kemampuan murid itu sebenarnya..;)

    BalasHapus
  4. selamat buat yg sudah lulus, bagi yg belum sabar aja ya... masih ada kesempatan buat ujian ulang kok :)

    BalasHapus
  5. wah,memang smp 1 jati kudus is the best, and moga ja tahun depan lulus 100% lagi.amin dan dapet ranking 1 se-kabupaten kudus

    BalasHapus

""