Kamis, 29 Juli 2010

Dialog Malam

Dialog Malam
Kapan pun datangku tak pernah
Menjadi duka-Mu
Seperti malam ini, aku tiba-tiba
Menghambur
Melepaskan kerinduan panjang

Merentangkan kasih
Yang terus tercurah dari bukit suci-Mu
Menghangatkan dingin yang fana
Karena ketelanjangan

Aku mengerti, hanya sebatas mengerti
Cinta yang tulus telah menderaskan
Darah yang damai
Menaburkan pengampunan mulia

Tapi sejauh itu, aku masih mati
Mati dalam menghayati
Jalan-jalan-Mu
Yang merentang terang
Pada wajah-wajah menengadah

Wajah-wajahku sendiri
Yang selalu silau
Oleh malam-Mu
Membarakan cahaya
Yang surga

2 komentar:

  1. wah ada gaya baru nih di posingannya bapak, gag anjang seprti esay lagi, tapi puisi. good job pak. biar refresh..

    BalasHapus
  2. senbang membaca postingan ini
    salam hangat dari blue

    BalasHapus

""