Selasa, 10 Agustus 2010

Diskusi, Membangun Keakraban

Diskusi, Membangun Keakraban

Bisa saja dalam kelompok diskusi, antaranggota awalnya tak saling akrab. Karena, satu dengan yang lain (mungkin) baru sama sekali berjumpa dalam satu kegiatan. Apalagi kalau dalam kelompok diskusi itu terdiri atas laki-laki dan wanita, yang kita tahu hingga kini masih ada kelompok tertentu yang menabukan ”pembauran” antara keduanya. Maka, ”perjumpaan” dalam kelompok diskusi itu umumnya dihiasi, misalnya rasa malu, takut, tertekan, minder satu dengan yang lain, dan (juga) sikap tertutup. Itu yang saya temukan dalam diskusi-diskusi siswa di sekolah.

Itulah sebabnya, tak perlu heran jika di awal siswa berdiskusi akan ditemukan ”kevakuman” sesaat. Kelompok diskusi masih sulit untuk bekerja. Menunggu ada di antara anggota yang mau mengawali berbicara saja kadang perlu waktu agak lama. Antaranggota biasanya saling menunjuk, siapa yang hendak berbicara. Tunjuk ini, tunjuk itu, belum tentu ada yang mau memulai berbicara.

Akan tetapi, sejujurnya, di saat-saat itulah kita dapat menemukan mereka menciptakan sebuah sejarah baru, yaitu ”memulai” komunikasi. Komunikasi yang boleh jadi membawa mereka ke dalam suasana terbuka, santai, yang bukan tidak mungkin pada ujung-ujungnya mengikatkan simpul keakraban. Bahkan, tugas yang diberikan barangkali menjadi pemantik untuk lebih menjalin keakraban satu dengan yang lain untuk mencapai sebuah hasil.

Semangat kebersamaan dengan demikian mulai tumbuh. Mereka mulai berani berbicara, berani berpendapat meski sederhana dengan kalimat yang amat pendek, misalnya. Mulai mengajukan usul, bahkan mulai berani menolak usul teman. Dalam suasana diskusi tersebut mengisyaratkan ada keakraban antaranggota meski pada awalnya mereka malu, takut, minder, dan tertutup. Sikap-sikap pribadi itu telah melebur dalam semangat kebersamaan.

3 komentar:

  1. masih berbicara tentang diskusi pak? saya senang kalo pelajaran di kelas bisa terlaksana diskusi yg baik.syg jarang terjadi. bahkan kadang siswa gag berkembang karena yg vokal cm itu2 aja

    BalasHapus
  2. Kadang orang diskusi malah menambah beban dan musuh baru karena yang diajak diskusi itu (rapat) tidak sepaham dengan kita :D
    Salam kenal serta jabat erat selalu dari Tabanan

    BalasHapus
  3. sepakat banget, pak. dalam pembelajaran, metode ini bisa dijadikan sebagai sarana utk memperkokoh nilai2 kebersamaan dan kolaborasi.

    BalasHapus

""