Jumat, 20 Agustus 2010

Tak Dapat Mengambil, Apalagi Merantingkan Friends Award

Tak Dapat Mengambil, Apalagi Merantingkan Friends Award

Ternyata, keterkejutan tak dapat saya sembunyikan. Betapa tidak? Ketika saya bertandang ke blog Bapak Sawali Tuhusetya, dalam tulisan ”Friends Award Tak Terduga”, nama saya termasuk salah satu dari tujuh sahabat blog guru, yang mendapat penghargaan, Friends Award. Saya sangat bahagia. Sebab, sebuah penghargaan, bagi saya begitu besar energinya.

Energi yang dapat menunjukkan bahwa sekalipun lewat dunia maya, sebuah pertalian (ternyata) dapat terajut dengan sesungguhnya. Oleh karena itu, sungguh saya berterima kasih kepada Bapak Sawali Tuhusetya. Rasa terima kasih ini biarlah senantiasa semakin memaknai sebuah pertalian (dari waktu ke waktu) bertambah erat.

Hanya sayang, karena keterbatasan pengetahuan saya mengenai dunia blog, saya tidak dapat mengambil award itu karena memang tidak mengerti bagaimana cara mengambilnya. Sejak mengetahui mendapat award itu, saya mencari tutorial untuk mengambil award dari sahabat, belum juga menemukan. Untuk meminta bantuan kepada teman dekat, yang mengajarkan teknologi informasi komunikasi (TIK) di sekolah, juga belum sempat. Itulah sebabnya, hingga tulisan ini dipublikasikan, Friends Award itu tak muncul di tulisan ini.

Mengambil saja tidak bisa, maka jelas sudah, merantingkan Friends Award itu juga tak mungkin. Andai saja dapat mengambil, belum tentu saya berani mengambil ”keputusan” untuk merantingkan Friends Award itu. Mengapa? Karena masih terbatasnya saya membangun hubungan dengan teman blogger. Hingga kini (saja), saya belum punya banyak teman blogger, yang secara sukacita berkenan berdiskusi bersama. Apalagi usia blog saya, sungkowoastro, yang (mungkin) boleh dibilang masih amat muda, sekitar setengah tahun, dan yang masih demikian ”miskin”. Lagian saya juga kurang memiliki ”keberanian” untuk belajar menjadi blogger sesungguhnya. Tak heran jika jarang atau bahkan tidak disinggahi sahabat-sahabat blogger, yang (sebetulnya) begitu banyak melanglang di dunia maya ini. Maka, sekali lagi, Friends Award yang saya terima ini belum ”mampu” terantingkan ke sahabat-sahabat blogger lain.

Itulah sebabnya, mohon jangan dipahami sikap ini sebagai bentuk ”membatasi” pergaulan. Tidak. Tidak sama sekali. Pergaulan sungguh saya rindukan untuk semua teman blogger. Dan, saya yakin, perjalinan persahabatan akan tetap mengalir, sekalipun tidak deras, serupa aliran air di sungai yang bersih.

Pada akhirnya, saya mohon maaf kepada penggagas Friends Award ini, juga kepada Bapak Sawali Tuhusetya. Yang, mungkin berharap ada estafet yang mampu memperpanjang tali persahabatan. Saya yakin, sekalipun Friends Award ”berhenti” di sini, hubungan terus sambung-menyambung akan senantiasa terjadi. Ada banyak kran blogger, yang terus dapat memancarkan derasnya arus komunikasi. Selamat menunaikan ibadah puasa.

6 komentar:

  1. terima kasih, pak sungkowo. bagi saya, friends award ini lebih saya maknai sbg upaya utk mempererat silaturahmi antarguru secara maya dg harapan kita bersama tetap memiliki spirit utk peduli terhadap dunia pendidikan dg memosting topik2 yang terkait dg masalah pendidikan. hehe .... award ini sudah menjadi "tradisi" baru di kompleks blogosphere, pak. utk mengambilnya, bisa dicopy dulu award-nya dg cara klik kanan dan simpan utk selanjutnya diunggah di postingan. terima kasih atas responnya, pak. salam peduli anak bangsa.

    BalasHapus
  2. @Warung 18:
    Salam kenal juga. saya pernah beli pecelnya, mas, enak. Kita ternyata tetangga.

    @Pak sawali:
    Pak terima kasih atas atensi panjenengan terhadap saya. saya jadi malu, ah....
    salam kekerabatan.

    BalasHapus
  3. Saya gak kebagian awardnya, jadi ya tak ada tanggung jawab melanjutkannya, Pak. He he he! Tapi bener juga yang p Sawali bilang bahwa award persahabatan bermanfaat untuk mempererat tali persahabatan antar sesama blogger.

    BalasHapus
  4. Selamat Pak..
    Wah, Anda harus banyak ngangsu kawruh dengan Pak Sawali, beliau itu pakarnya blog :)

    Saran saya, beralihlah ke wordpress Pak :)

    BalasHapus
  5. Pak Sungkowo, saya juga asli jati kulon pak. Gg. 7 jatikulon, RT 4 RW 4. Istri saya yang asli blitar, Bapak dimana tinggal?

    Salam kekerabatan juga..

    BalasHapus

""