Minggu, 12 September 2010

Catatan Luka

Catatan Luka

Maafkan aku sebab tak bisa meski sekadar menjengukmu
Melihat kepedihanmu, ketakutanmu, kekhawatiranmu
Sebab hari-harimu ini dipenuhi debu menghambur
Yang mengotori air sumur, genteng, lantai, pakaian
Dan yang lebih memilukan, sawah dan kebun, yang mestinya
siap petik tak bisa diselamatkan
Buat mencukupi kebutuhan hidup keluarga
Semburan api dan leleh lava yang menyerupai sungai
Menggetirkan hati anak-anak, merampas sukacitanya
Saat-saat menggembalakan kambing, sapi, dan kerbau
Di tanah-tanah lapang rumput menghijau
Kini semua jadi layu selayu wajah-wajahmu
Di pengungsian dengan pelayanan yang sederhana
Mie rebus dan sayur kacang demi perut yang lapar

Telah kucatat lukamu, luka anak-anakmu
Dengan air mataku di lembar-lembar batin ini
Meski itu tak mengubah penderitaan yang kini
menimpamu, menimpa keluargamu
Bahkan yang membunuh gerak hari-harimu
Maafkan aku, sahabat
Sebab tak bisa meski sekadar menjengukmu

1 komentar:

  1. lirik yang amat menyentuh dan mengandung sebuah kejujuran dalam gaya bertutur, pak.

    BalasHapus

""