Sabtu, 11 September 2010

Kartu Lebaran

Kartu Lebaran

Gambar diambil dari Kompas.com

Kutuliskan di selembar kartu lebaran
tentang saudaraku yang antre memburu zakat
di rumah-rumah orang kaya, di sekolah,
di masjid-masjid, atau di mana saja
berhimpit-himpitan, tua-muda, lelaki-wanita
tak peduli terik mentari membakar kulit legam
memeras keringat, menguras napas, menelan tenaga

kukirimkan padamu, kini

Membagi pedihku sebab saudaraku
ternyata banyak yang masih hidup tidak sejahtera
ketika lapar, ia harus memburu uang dan beras zakat
meski pakaian apa adanya
karena tentu uang zakat tak cukup beli sandang
namun biar perut-perut keluarga menjadi kenyang
saat lebaran

Membagi dukaku sebab ada saudaraku
yang turut memburu zakat itu
luka terinjak-injak, bahkan ada yang meninggal
inilah perjuangan harkat yang sia-sia
namun telah tercatat di halaman depan buku negara


Kukirimkan kartu lebaran ini padamu
agar terus kaubaca dalam benak
meski lebaran akan segera berangkat
melepaskan kami di dermaga hari
yang selalu menunggu saudaraku
kembali mengayuh perahu hidup
sebab uang dan beras zakatnya tak cukup
hingga perahu berlabuh

2 komentar:

  1. kartu lebarannya....menyentuh. salam buat sodara-sodara kita pak.

    mohon maaf lahir batin. selamat lebaran.:)

    BalasHapus
  2. kartu lebaran saat ini agaknya sudah tergantikan melalui media yang serba digital, pak, meski nilainya belum bisa tergantikan,

    BalasHapus

""