Jumat, 12 November 2010

Penambang Pasir


Penambang Pasir, 1

Menapak jalan setapak ini, sungguh
melelahkan
Namun telah tercuci batin dengan
butir-butir pasir-Mu
Yang bercerita tentang kesabaran
dan cinta
Biarlah dengan sekeranjang pasir
Dan ayunan cangkul usang ini
Jalanan semakin licin
Buat melukis aliran napas ini
Menyeru nama-Mu dalam setiap waktu


Penambang Pasir, 2


Biar bahasa air saja yang bercerita
tentang kehidupan ini
Mengajari memungut ayat-ayat-Mu
Berguguran
Bersujud bagai air dan batu kali
tak pernah mengenal letih
Meski terik dan hujan ganti-berganti
Terus saja becermin
Membasuh batin yang dikerikit
ngengat zaman
Biar gegalian ini semakin dalam
Menuju ke bait-Mu

1 komentar:

  1. puisinya relegius banget, pak. pasir simbolik dengan serpihan2 dosa manusia yang seringkali tak tersadari oleh kealpaan manusia yang serba dhaif.

    BalasHapus

""