Sabtu, 12 Februari 2011

Pencarianku, 2

Gerimis Subuh, 1

Gerimis subuh mengetukngetuk pintu
batinku
Terasakah juga di pintu batinmu,
kekasih?
Sambil merentang tapak-tapak di setiap
perjalanan waktu
Dengus Kain dan Habil masih saja terdengar
Ada dendam dan cinta
Maka biarlah gerimis subuh terus
mengguyur
Berebah bagai rerumputan menghampar sujud
Eratkan jemari menggenggam doa
2001


Gerimis Subuh, 2

Gerimis subuh membasahi
Tanah-tanah retak batinku
Yang telah mengerontang
Melepaskan waktu-waktu berteduh

Gerimis subuh membasahi
Hidupku dengan syukur
Yang merebahkan tabah
Pada rentang rahmat-Mu
2009


Lukisan Perahu

Lukisan perahu ialah kita yang mengayuh
Kehidupan dalam lautan waktu
Membentur-bentur bebatuan
Ketika mau berlabuh ke pantai jauh
Teramat sulit memastikan arah
Maka rentangkan layar, peganglah kemudi
Biar perahu terus melaju
Meluncur-luncur menerampas bebukit
ombak
Tanpa ada getar dan gigil tubuh
2001


Pagi Berbakti

Minggu menghening
Merpati-merpati segera
hinggap di setiap benak kita
Menyiulkan kata-kata sabda
Hingga menjadi sajak-sajak
yang bergetar
Meneteskan dosa di sepi pagi
Sebanyak detik yang terus
berputar
Hidup kita berbuah-buah
2002


Perjamuan

Meski batin ini selalu kusut, di sepanjang
perjalanan yang meletihkan
Masih ada waktu yang menunggu, buat
pembasuhan
Sebab meja perjamuan sorgawi
Masih saja memanggi-manggil
Menyediakan anggur dan roti hidup
Penawar dahaga dan lapar
Di hari-hari yang menyesatkan
Terus bermazmur
Dalam sepi
Meneteskan dosa-dosa
2002

2 komentar:

  1. saya suka baca puisi, semenjak diminta membantu mengajar bahasa indonesia. bahkan saya denganbiaya sendiri mengadakan loma baca puisi

    BalasHapus
  2. gerimis dan subuh, dua fenomena alam yang cukup inspiratif utk menggambarkan kedekatan hubungan antara manusia dan sang khalik, pak sungkowo. salam kreatif.

    BalasHapus

""