Jumat, 18 Maret 2011

Siswa Belajar di (Ruang) Kepolisian

BERBAGI: Kepolisian, yang memiliki
juga tanggung jawab terhadap
generasi penerus bangsa, turut
berbagi ilmu bagi para siswa.
(gambar diambil dari
http://smp2gondang-ssn,blogspot.com/)
Agar (lembaga) kepolisian lebih familiar terhadap masyarakat, salah satunya adalah membangun hubungan dengan masyarakat. Kepolisian memiliki inisiatif membuka diri. Mengundang beberapa elemen masyarakat untuk melakukan kegiatan di lingkungan (kantor) kepolisian. Kegiatan, yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat.

Misalnya, belakangan ini Kepolisian Sektor (Polsek) Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), melalui Badan Pembinaan Keamanan Masyarakat (Babinkammas) Polsek Jati, telah mengundang beberapa sekolah terdekat untuk berkegiatan di lingkungan kantor polsek. Kegiatan-kegiatan untuk para peserta didik (siswa). Kegiatan fisik-kedisiplinan, yang berupa baris-berbaris dan kegiatan pengetahuan-moral, yang berupa ketertiban umum dan seluk-beluk narkoba dan dampaknya.

Dua materi itu disampaikan secara terpisah dalam dua hari. Jadi, tiap-tiap sekolah yang diundang (dan datang) ke lingkungan kantor polsek itu, dua kali. Seperti SMP 1 Jati Kudus, misalnya, Kamis (16/3) melakukan baris berbaris. Baris-berbaris yang dilakukan di halaman kantor polsek pada sore hari itu diampu oleh dua orang polisi. Kegiatan baris-berbaris itu relatif berlajan dengan baik. Sekalipun materi yang disampaikan tak jauh berbeda dengan materi di sekolah lewat kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) Pelatihan Baris-berbaris (PBB), anak-anak mengikutinya dengan disiplin tinggi.

Untuk materi ketertiban umum dan seluk-beluk narkoba dan dampaknya, akan disampaikan Kamis (23/3) mendatang. Kegiatan yang telah diadakan sejak Februari 2011 itu telah diikuti oleh dua sekolah, baik negeri maupun swasta. SMP 1 Jati Kudus (sendiri) masuk pada kelompok kegiatan (klokeg) ketiga. Setelah itu, akan disusul oleh sekolah-sekolah lain, setingkat SMP dan SMA se-Kecamatan Jati.
Yang menarik untuk dicatat barangkali adalah kepolisian bersikap welcome terhadap masyarakat, dalam hal ini sekolah. Polisi tidak datang ke sekolah, tetapi mengundang sekolah untuk datang ke kepolisian. Jika biasanya polisi datang ke sekolah menyampaikan sosialisasi tentang ketertiban umum dan narkoba, kini, sekolah datang ke kepolisian untuk belajar. Tentu tidak hanya belajar tentang materi/praktik baris-berbaris dan ketertiban umum serta narkoba, tetapi lebih dari itu siswa dapat belajar lebih dekat dengan lingkungan kepolisian.

Siswa dapat berjumpa dengan banyak polisi. Kesempatan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun komunikasi lebih dekat. Secara tidak formal, polisi dapat berbicara lebih akrab dengan para siswa. Demikian juga sebaliknya, para siswa dapat berbicara tanpa sungkan-sungkan pada polisi. Dalam situasi seperti itu, rasa kekeluargaan akan terbentuk. Yang, tentu ”membuka ruang” untuk lebih mudah mengenalkan perihal ketertiban umum dan segala sesuatu terkait dengan narkoba kepada para siswa.

Para siswa pun sedikit banyak akhirnya mengetahui beragam aktivitas polisi. Bagian-bagian dalam keorganisasian kepolisian. Ruang-ruang khusus yang ada dalam kepolisian. Program-program kepolisian. Bagaimana cara kerja polisi. Lewat papan-papan pajangan, mereka pun juga memeroleh banyak pengetahuan terkait dengan kepolisian. Apalagi jika ada siswa yang mau bertanya lebih banyak lagi hal terkait dengan kepolisian, tentu akan banyak pengetahuan yang didapat.
Itulah sebabnya, upaya itu perlu diapresiasi secara positif. Dan karenanya perlu ditindaklanjuti secara berkesinambungan. Jangan sampai kegiatan yang bersifat membangun itu hanya berlangsung sebentar saja karena, misalnya, kehabisan dana dan pergantian pejabat di kepolisian. Bahkan jika dipandang penting, perlu diprogramkan lebih baik lagi, sehingga mampu diakses oleh semua siswa. Tidak seperti sekarang yang telah berlangsung, yang hanya diikuti oleh beberapa siswa. Dalam konteks ini, tentu lebih banyak lebih baik, bukan? Pembelajaran siswa yang berlangsung di lingkungan kepolisian, yang saya yakini lebih mendekatkan siswa (baca: masyarakat) pada polisi, itu akan menimbulkan dampak positif bagi kemajuan hidup bersama di masyarakat. Bagaimana?

5 komentar:

  1. Wah ini seharusnya bisa diambil contoh buat kepolisian di seluruh Indonesia. Welcome terhadap lingkungan luar adalah sebuah tindakan positif untuk mendekatkan dan mengakrabkan antara masyarakat dan polisinya. Sehingga kesan ketidaknyamanan masyarakat bila berdekatan dengan kepolisian bisa dibuang jauh-jauh

    BalasHapus
  2. sangat sennag dapat postingan seperti yg mas lakukan.....menarik
    salam persahabatan

    BalasHapus
  3. belajar tidak hanya di ruang kelas, tidak hanya di sekolah, bisa juga di tempat lain yang memberikan inspirasi dan kesan mendalam dalam diri peserta didik. menarik sekali, pak..

    BalasHapus
  4. @Edyp

    Benar sekali, Pak. Dan model-model pembelajaran yang serupa itu justru yang menurut saya menimbulkan daya rangsang belajar siswa.

    BalasHapus
  5. Wah saya sempat kaget baca judul postingannya.. kupikir murid2 Pak Sungkowo dipenjara di kepolisian hehehe..

    Salut dengan ide mendidik mereka di ruang kepolisian, at least mereka jadi tau apa sejatinya tugas polisi itu...

    BalasHapus

""