Jumat, 29 April 2011

Memanfaatkan Internet Secara Mulia


SECARA MULIA:
Memanfaatkan internet secara mulia
akan membangun peri kehidupan yang beradab
.
(gambar dari semut-dayat.blogspot.com)

Internet menyediakan berbagai informasi. Informasi dari berbagai disiplin ilmu. Tinggal klik saja, orang dapat memeroleh melimpah-limpah informasi yang disukai. Tidak terbatas keluasan dan kedalamannya. Penjelajah dapat berenang di samudra informasi. Penjelajah dapat saja mengeruk pengetahuan (di bidang tertentu, misalnya) seluas dan sedalam mungkin. Dipastikan tidak habis-habis bahannya. Bahkan, dari waktu ke waktu, bahan itu cenderung bertambah. Selalu aktual dan sekalipun dalam bidang tertentu, misalnya, kupasannya dapat saja dari berbagai sudut pandang. Dan kenyataan itu yang sejatinya mengisyaratkan bahwa internet tak ubahnya sumur tanpa dasar.  

Maka, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa waktu yang tersedia 24 jam sehari itu tidak akan menuntaskan pengetahuan tertentu yang hendak diserap. Begitu banyaknya pengetahuan yang tersedia, sampai-sampai waktu yang telah tersedia itu tidak mencukupi. Jadi waktu terasa begitu singkat. Pengetahuan yang tersebar dengan demikian seakan-akan meninggalkan waktu jauh tertinggal di belakang. Pengetahuan melejit cepat ke depan. Dan terus semakin cepat.

Karenanya, diakui atau tidak, internet dapat menjadi perpustakaan yang begitu lengkap dan begitu aktual. Dari internet penjelajah tidak hanya akan mendapatkan banyak pengetahuan, tetapi ada jaminan keaktualan informasi/pengetahuan. Ada banyak tautan, yang memungkinkan penjelajah meloncat sana meloncat sini untuk dapat menyerap semua pengetahuan terkait. Ini yang menarik penjelajah pengetahuan lewat internet. Begitu praktis bukan? Sekali menjelajah dapat melampaui berbagai-bagai pengetahuan.

Hanya tinggal bagaimana motivasi penjelajah pengetahuan lewat internet. Jika penjelajah memiliki motivasi positif, dapat dipastikan akan berdampak baik. Tetapi, jika penjelajah memiliki motivasi negatif, dapat dipastikan akan berdampak buruk. Artinya, berdampak buruk atau baik itu tergantung penjelajah sendiri.

Seorang guru yang memiliki motivasi positif, misalnya, menjelajah lewat internet tentu saja mengenai pengetahuan-pengetahuan yang membangun kompetensinya sebagai seorang guru. Ada banyak pengetahuan yang dapat memperkaya kompetensi guru, baik kompetensi pedagogik, sosial, akademik, maupun personal. Bukan tidak mungkin, jika guru mau memanfaatkan keunggulan internet secara positif, (akhirnya) menjadikannya sebagai guru yang profesional sekalipun belum tersertifikasi.

Tetapi, sebaliknya, jika guru memanfaatkan internet dengan motivasi-motivasi negatif, tidak mustahil (akhirnya) malah dapat menghancurkan profesionalismenya sebagai seorang guru. Bahkan, diakui atau tidak, akan berdampak buruk kepada anak didiknya, sekalipun anak didiknya belum mengenal internet, misalnya.

Hal tersebut tentu saja tidak hanya berlaku bagi guru. Tetapi, berlaku bagi siapa saja, termasuk orang tua, mahasiswa, peserta didik, dan publik. Membudayakan pemanfaatan internet secara positif bukankah suatu perilaku yang mulia? Perilaku yang menghargai dan membangun peri kehidupan yang semakin beradab. Itulah sebabnya, internet, yang menyediakan berbagai informasi, itu perlu dimanfaatkan secara mulia. Ayo budayakan ngenet yang sehat!   

5 komentar:

  1. Selamat hardiknas teman,,,succes for you!

    BalasHapus
  2. Setiap sesuatu pasti ada hal yang negatif :D

    BalasHapus
  3. pengawasan dan kesadaran harus ditingkatkan lebih mateng.. :)

    BalasHapus
  4. Setuju!
    Bagaimanapun juga, internet adalah media dan sebagaimana adanya media, dia punya sisi positif dan negatifnya...

    Tinggal bagaimana kita menimbanya ;)

    BalasHapus

""