Minggu, 03 April 2011

Menyambut yang Membangun Karakter Siswa


MEMBANGUN KARAKTER:
Sekalipun hanya menyampaikan
ucapan terima kasih kepada pemenang
yang telah berjuang keras, sangat berarti.

Beberapa anak menemui saya di aula sekolah. Saya harus menyambut mereka dengan ramah. Meski, saya tentu telah dinanti anak-anak lain di ruang kelas yang harus saya masuki untuk mengajar. Tetapi, tidak mengapa. Sebentar menyambut mereka dan merespon apa yang menjadi keinginan mereka itu tentu sangat berharga. Berharga tidak hanya bagi saya, tetapi yang lebih utama adalah bagi mereka.

Bayangkan jika mereka telah berusaha ingin menjumpai, lantas saya menghindari. Tentu saja mereka merasa kurang  -untuk menghindari pemakaian kata “tidak”-  dihargai bukan? Dan, tentu akan membuat mereka merasa gundah. Tidak nyaman hati. Kecewa. Sedih. Dan, barangkali di mata mereka, saya tidak mendapat “tempat” lagi. Dan, barangkali juga di lain kali jika ada keperluan dengan saya, mereka tentu akan berpikir dua-tiga-empat kali. Tidak langsung mau menemui saya. Atau malah tidak mau lagi menjumpai saya karena traumatis. Mereka mencari orang lain yang welcome.

Kalau masih mau mencari orang lain, itu masih lebih baik. Bagaimana kalau tidak mau lagi mengomunikasikan kehendak mereka? Memrihatinkan bukan? Mereka menjadi generasi yang tertutup. Menyimpan keinginan-keinginan yang seharusnya dikomunikasikan kepada orang lain. Dan, bukan tidak mungkin karena ketertutupan itu membuat mereka menjadi generasi pemberontak pada akhirnya. Mengerikan bukan?

Jadi, betapa berharganya menyisihkan waktu untuk menyambut mereka. Mereka menyampaikan keinginan, kita meresponnya. Itu sejarah bagi mereka untuk akhirnya menjadi generasi yang menghargai komunikasi, keterbukaan, dan demokrasi. Itulah sebabnya, siang itu saya pastikan menyambut mereka. Mereka menyampaikan sebuah informasi yang menurut saya penting demi aktivitas mereka. Sekalipun itu hanya sekadar informasi awal. Saya katakan informasi awal karena belum ada pengumuman secara tertulis.

Mereka menyampaikan bahwa sebentar lagi akan ada lomba Baris-berbaris tingkat karesidenan. Yang memberitahu mereka adalah kakak-kakak alumni, yang kini telah duduk di jenjang SMA. Anak-anak yang telah duduk di bangku SMA masih demikian peduli dengan adik-adik angkatan sekolah mereka dulu. Ini merupakan pembelajaran bagi banyak orang, bahwa penting kiranya tetap membangun komunikasi dengan generasi yang lebih muda. Generasi yang masih perlu mendapat bimbingan dan pengawalan positif.

Saya merespon informasi itu dengan senang sesenang mereka menyampaikan hal itu kepada saya. Mereka memang anak-anak yang mewakili sekolah beberapa waktu lalu mengikuti lomba Tata Upacara Bendera (TUB) dan Baris-berbaris. Maka jelas respon saya harus mengandung motivasi bagi mereka untuk tetap memiliki semangat, terutama dalam hal aktivitas serupa. Memupuk semangat berarti memberi peluang bagi mereka untuk menggali potensi secara maksimal.

Momen itu pun akhirnya saya manfaatkan juga untuk menyampaikan sesuatu kepada mereka, sekalipun saya percaya mereka telah mengetahui sesuatu yang hendak saya sampaikan itu. Yaitu bahwa lomba TUB dan Baris-berbaris yang mereka ikuti beberapa waktu lalu membuahkan hasil yang cukup membanggakan sekolah, yakni juara tiga tingkat kabupaten untuk jenjang SMP dan sederajat.

Atas prestasi itu saya secara informal menyampaikan ucapan terima kasih. Karena keberhasilan itu saya sadari hanya atas kerja keras mereka dalam berlatih. Berlatih yang tidak mengenal lelah. Karena beberapa kali mereka harus masuk lebih pagi ketimbang teman-temannya yang tidak mewakili sekolah sebagai tim TUB dan Baris-berbaris. Mereka berlatih pagi-pagi, di samping agar dapat menikmati sejuk pagi, juga biar tidak ketinggalan pelajaran. Karena sehabis berlatih, mereka (harus) mengikuti proses pembelajaran seperti biasa. Tidak hanya itu, di sore hari kadang mereka pun berlatih.

Melihat intensitas berlatihnya begitu, rasanya tidak cukup hanya menyampaikan ucapan terima kasih. Mereka seharusnya mendapatkan penghargaan khusus dari sekolah. Tetapi, saya yakin, ucapan terima kasih itu pun tetap memberi kebanggaan tersendiri bagi mereka. Karena ada penghormatan atas kerja keras mereka. Saya melihat, wajah mereka berbinar-binar.

2 komentar:

""