Jumat, 06 Mei 2011

Kudus Cyber City, Sangat Mungkin


BERBASIS TEKNOLOGI:
Menjadikan Kudus Cyber City, perlu pendidikan
masyarakat berbasiskan teknologi

(gambar dari mti.ugm.ac.id)

Gagasan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kudus untuk membangun Kudus menjadi Kudus Cyber City, sangatlah mungkin. Hal itu, menurut saya yang sekalipun bodoh dalam berkalkulasi,  ada banyak faktor yang dapat mendukung. Pertama, faktor keluasan wilayah Kudus. Kudus yang terdiri atas sembilan kecamatan, memungkinkan untuk terjangkau. Jika dibandingkan dengan tiga wilayah yang mengitari, barangkali, Kudus masih lebih sempit. Pati, Jepara, dan Demak, lebih luas ketimbang Kudus. Jadi, berangkat dari kalkulasi yang amat (sangat) sederhana ini, Kudus sangat mungkin digarap dengan basis teknologi informasi.

Kedua, faktor pendanaan dan investasi. Kudus, sekalipun berwilayah tidak luas, tetapi di dalamnya ada banyak perusahaan. Perusahaan yang berkelas lokal, nasional, regional, maupun internasional. Apalagi dari sekian banyak perusahaan itu, tak sedikit perusahaan yang berpeduli pendidikan. Perusahaan-perusahaan yang telah mengambil bagian dalam mencerdaskan masyarakat itu, tentu tidak akan tinggal diam jika wilayah yang didiaminya memiliki rencana besar mengenai Kudus Cyber City ini.  

Sekalipun saya belum mengetahui apa misi dan visi dimunculkan gagasan Kudus Cyber City ini, saya mencoba merenungkan. Barangkali melalui Kudus Cyber City, kelak diharapkan mobilitas kehidupan masyarakat Kudus lebih nyaman dan sejahtera. Segala pelayanan dan keperluan masyarakat dapat tertangani secara cepat, akurat, dan “sehat”. Singkat kata, masyarakat demikian mudah memiliki akses ke mana saja, baik akses pendidikan, kesehatan, pekerjaan, usaha, maupun yang lainnya.

Dengan demikian, stakeholder yang telah turut mengambil bagian memberikan investasi akan mendapatkan timbal balik yang baik dari masyarakat. Misalnya, karena akses pendidikan lebih mudah, perusahaan akan mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang relatif lebih baik. Karena akses kesehatan lebih cepat, perusahaan yang memiliki karyawan sakit tidak terlalu dirugikan oleh karena pelayanan kesehatan cepat dan akurat. Ini beberapa hasil renungan itu.

Ketiga, faktor transformasi keilmuan. Kudus, sekalipun kecil, telah memiliki perguruan tinggi (PT) yang memiliki Jurusan Sistem Informasi. Bukankah para mahasiswa yang dididik di bangku perkuliahan dapat menyumbangkan ilmunya bagi masyarakat agar masyarakat melek teknologi? Para mahasiswa dapat menjadi tutor-tutor teknologi bagi masyarakat Kudus, yang barangkali masih awam dengan teknologi informasi. Mereka dapat diterjunkan ke kantong-kantong program pendidikan keinternetan yang ada di wilayah-wilayah kecamatan, misalnya. Kantong-kantong program pendidikan keinternetan di wilayah kecamatan, dengan demikian, perlu dibentuk. Mahasiswa dapat memraktikkan langsung ilmunya kepada masyarakat. Bukankah upaya begitu pada akhirnya mencerdaskan para mahasiwa juga? Mereka tentu akan menjadi generasi yang andal di masa depan.

Melihat faktor-faktor daya dukung itu, layaklah kalau Pemda Kudus mencanangkan Kudus menjadi Kudus Cyber City. Bahkan, gagasan itu betul-betul akan menjadikan masyarakat sebagai basis pendidikan teknologi. Menarik bukan?

13 komentar:

  1. asal warganya jgn keasikan ngeFB aja :D

    BalasHapus
  2. Menarik! Pak, Anda duduk dalam rencana itu ngga?

    BalasHapus
  3. @DV

    Tidak, Om, sekadar memberi masukan-masukan saja. Itu pun kalau masukannya baik menurut elite daerah, kalau tidak pun, tidak apa-apa.

    BalasHapus
  4. sepertinya serius banget di fotonya hehehe

    BalasHapus
  5. wah setuju Pak , Kudus Cyber....
    di era ttekhnologi informasi ini itu sangat diperlukan....

    BalasHapus
  6. Saya mendukung sekali, Pak dengan gagasan seperti ini,...
    Saya juga ingin suatu saat nanti dikampung kelahiran saya menuangkan gagasan seperti ini, "Cyber City"...

    BalasHapus
  7. WAh...hebat ya gagasannya,...
    nanati kudus bisa-bisa jadi kota blogger...he..he..

    BalasHapus
  8. bagus sekali, walaupun perbandingan antara pengguna dengan jumlah penduduk semua masih kecil, namun jika yang kecil ini potensial untuk mengangkat nama daerah dikancah nasional bahkan internasional... mangapa masih menunggu mayoritas?
    ayo kudus dan kota-kota maju lainnya berlomba membentuk kota informatika

    BalasHapus
  9. asal jangan dilupakan go green..

    BalasHapus
  10. kapan ya Purwodadi mencanangkan cyber city... he he he, jalannya aja masih rusak teruzs..

    BalasHapus
  11. mantab mas.. dan sangat mungkin.. asalkan ada visi sejalan dan tentunya harus dilanjutkan dengan aksi yg kompak :)

    BalasHapus
  12. Sepakat sekali, desa-desa harus ada internetnya..

    BalasHapus
  13. Wah Selamat Juga Kepada Njenengan. Saya juga Masih harus banyak belajar kepada njenengan. Artikele Njenengan Tiada Tandingannya. Terimakasih Atas Linknya Pak. Linkya Njenengan Juga Sudah Saya Pasang. Salam Persahabatan.

    BalasHapus

""