Senin, 05 September 2011

Mempersiapkan Anak Masuk Sekolah


Sebentar lagi masuk sekolah. Karena masa liburan menjelang habis. Selama libur, waktu termanfaatkan secara bebas. Umumnya tidak dimanfaatkan untuk belajar. Tetapi, untuk aktivitas lain yang lebih rileks. Nonton tv, game, main ps, dan main-main ke rumah teman, misalnya. Segala aktivitas yang berhubungan dengan sekolah disisihkan terlebih dahulu. Sekalipun mungkin ada satu dua anak yang masih bersibuk ria dengan aktivitas yang terkait dengan sekolah di waktu libur. Akan tetapi, saya yakin, sebagian besar anak  tentu memanfaatkan waktu libur itu untuk kegiatan yang “ringan-ringan” saja.

Apabila sekolah (baca: guru) sebelum libur memberi tugas kepada anak, dengan maksud agar saat libur anak tetap memiliki pekerjaan sekolah, sebagian waktu libur tentu digunakan untuk mengerjakan tugas itu. Hanya, mungkin mereka lebih santai karena libur. Ada anak yang segera mengerjakan tugas, tetapi ada juga anak yang mengerjakannya nanti-nanti saja saat menjelang masuk. Sekalipun begitu, mereka tetap memiliki “beban” mengerjakan. Mereka memanfaatkan waktu libur yang boleh jadi masih panjang untuk kegiatan yang sesuai dengan kesenangan masing-masing.

Hanya, karena libur terkait dengan akhir puasa dan lebaran, praktis kegiatan yang mereka lakukan dipastikan tidak terlalu menggunakan energi fisik. Kalaupun memanfaatkan energi fisik tentu tidak yang berat-berat. Yang putri mungkin ikut membantu kegiatan ibunya, seperti memasak, menyulam, menjahit, menyapu, mengepel lantai, dan sebagainya. Sementara yang putra barangkali ada yang aktif membantu aktivitas orang tua, tetapi ada yang pasif. Biasa, anak laki-laki memang cenderung begitu.

Begitu memasuki lebaran, anak-anak umumnya berkeliling, dari satu tempat ke tempat lain, bersilahturahmi. Awalnya mungkin sebatas kalangan keluarga dan kerabat dekat. Selanjutnya mereka ke rumah teman. Lantas bersama-sama ke rumah guru. Jadi dalam liburan akhir puasa dan lebaran anak-anak boleh dibilang tidak “menyentuh”  segala sesuatu yang berhubungan dengan sekolah.

Kondisi itu bukan mustahil menimbulkan rasa malas. Karena telah merasakan “nikmatnya” liburan, boleh jadi muncul rasa malas ketika masuk sekolah. Sikap santai, rileks, yang dinikmati ketika libur barangkali tidak mudah diubah untuk memasuki masa sekolah, yang umumnya terbayang serba sibuk. Kondisi begitu jika mau jujur sejatinya dialami juga oleh para pegawai atau pekerja di mana saja. Maka, jangan heran jika hari-hari pertama masuk bekerja masih banyak dijumpai pegawai atau pekerja yang absen.

Itulah sebabnya perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Khususnya anak-anak sangat membutuhkan peran orang tua. Orang tua perlu mempersiapkan anak-anak untuk memasuki masa sekolah sehabis liburan. Caranya, barangkali dua tiga hari sebelum masuk sekolah, anak-anak mulai diajak membicarakan bahkan melakukan segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas sekolah. Misalnya, sepatu anak-anak perlu diperhatikan, kalau kotor tidak ada salahnya anak diajak bersama-sama mencuci sepatu. Buku-buku mereka perlu ditata dengan rapi. Segala piranti sekolah harus dicek, masih lengkap atau tidak. Mungkin kalau tidak lengkap, anak dapat diajak membeli/mengusahakan agar piranti itu lengkap. Mengecek tugas-tugas sekolah. Dengan melibatkan anak-anak dalam hal tersebut, diakui atau tidak, telah mempersiapkan (diri) mereka memasuki sekolah.

Persiapan yang lebih mengarah ke penataan mental, itu penting dilakukan sebelum anak-anak memasuki masa sekolah. Rasa malas, yang diperoleh selama masa libur, akan terkikis sedikit demi sedikit melalui aktivitas ringan pramasuk sekolah itu. Mengubah kondisi secara perlahan-lahan seperti ini tentu akan menghindarkan (diri) anak-anak dari “kekurangnyamanan” hati. Karena mereka tidak mengalami perubahan secara frontal, seratus delapan puluh derajat. Perubahan sedikit-sedikit ini akan membawa mereka pada kondisi “siap” memasuki masa sekolah. Dengan begitu masuk sekolah sehabis libur (panjang) tidak menjadi beban psikologis anak.     

2 komentar:

  1. kelamaan libur malah dadi malas ya pak, perlu ada warmingup segala
    ditempatku libur 3 minggu pak, hari pertama masih banyak yang kecapean libur

    BalasHapus
  2. Ya, Pak, malas untuk bekerja kembali to...

    BalasHapus

""