Jumat, 14 Oktober 2011

FTP Djarum Award, Hidupi Teater Sekolah


Menjelang di penghujung tahun, Bhakti Pendidikan PT Djarum, beberapa tahun terakhir ini selalu membuka even Festival Teater Pelajar (FTP) Djarum Award. Boleh jadi karena PT Djarum memang berinduk di Kudus, saat ini yang menjadi fokus Djarum Bhakti Pendidikan adalah keberadaan teater pelajar di Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Seperti kali ini, even seni pelajar itu telah mulai terasa auranya.

Pendaftaran telah di buka satu bulan lalu. Hingga sampai batas waktu penutupan pendaftaran, dapat didata ada 24 teater pelajar yang mengikuti. 24 itu terdiri atas 17 teater kategori SMA sederajat dan tujuh teater kategori SMP sederajat. Jumlah itu, berdasarkan laporan panitia ketika temu teknik, Senin (10/10), di kantor Pusat PT Djarum Kudus, pesertanya meningkat dari tahun sebelumnya. Peserta FTP Djarum Award 2010 hanya berjumlah 17 teater pelajar (SMP dan SMA sederajat).

Diakuinya, adanya peningkatan itu menjadi bukti bahwa teater pelajar di Kudus mulai banyak diminati pelajar. Hal yang tentu saja positif, karena lewat teater,  anak-anak dapat mengaktualisasi potensi dirinya. Pertumbuhan mental, jiwa, spiritual, dan keterampilan dapat dirangsang melalui kegiatan teater di sekolah. Dengan adanya jumlah peserta meningkat berarti beberapa sekolah telah tertarik memberi “ruang kreativitas” bagi peserta didik yang memiliki potensi bermain peran.  Hal yang menarik, dari data peserta FTP Djarum Award 2011 dijumpai sekolah-sekolah baru. Artinya, tahun-tahun kemarin sekolah-sekolah tersebut tidak muncul, kali ini mengikutsertakan peserta didiknya.

Sekalipun dipandang (tahun ini) jumlah pesertanya meningkat secara signifikan dibanding tahun kemarin, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, melalui Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Didik Hartoko, saat temu teknik, mengharapkan ke depan peserta FTP Djarum Award lebih meningkat. Sebab, menurutnya, sebagai sebuah keuntungan besar bagi komunitas teater pelajar di Kudus karena PT Djarum memiliki kepedulian. Keadaan ini belum tentu dapat dijumpai di daerah lain. Maka, teater sekolah perlu merespon dengan positif, tegasnya.

Apalagi kali ini, panitia telah memberi ruang yang relatif luas ketimbang even-even serupa di tahun-tahun terdahulu. Kalau FTP Djarum Award di tahun-tahun terdahulu hanya menyediakan award untuk satu teater terbaik, tahun ini, menyediakan award untuk tiga teater terbaik satu, dua, dan tiga. Penilaiannya memang berangkat dari cara yang sama, di antaranya dari penailaian aktor pemeran utama terbaik, aktor pemeran pembantu terbaik, aktris pemeran utama terbaik, aktris pemeran pembantu terbaik, artistik, dan juga penghargaan sutradara terbaik.  Masing-masing dibedakan untuk kategori SMP sederajat dan SMA sederajat.

Hanya memang, untuk menembus tahap finalis (tiga finalis teater SMP sederajat dan lima finalis teater SMA sederajat) perlu menghadapi tahap seleksi. Tahap seleksi diadakan di sekolah masing-masing, yang akan didatangi tim juri dari PT Djarum Kudus (Teater Djarum). Dan boleh jadi seperti di tahun-tahun terdahulu, Teater Djarum (juga) merekam pementasan tahap seleksi itu. Yang boleh jadi juga (hasil rekamannya) menjadi materi untuk bersama-sama dengan Disdikpora menentukan mana teater yang layak masuk final atau tidak. Karena itu, sekalipun tahap seleksi, pertunjukan di sekolah dibuat semaksimal mungkin, tidak berbeda dengan seperti ketika memasuki tahap final di FTP Djarum Award.

Tahap seleksi akan dilaksanakan sejak Senin (7/11) sampai Sabtu (12/11). Mengingat jumlah pesertanya ada 24 kelompok teater sekolah, sementara waktu seleksi hanya enam hari, berarti setiap hari dilaksanakan empat kali seleksi dari satu sekolah ke sekolah lain dalam waktu yang berbeda. Penyeleksian diadakan pukul 08.00, 10.00, 13.00, dan 15.00 WIB. Yang lolos seleksi, sejumlah delapan teater sekolah akan memasuki tahap final, yakni di FTP Djarum Award, yang akan digelar akhir November 2011 di GOR Djarum Kaliputu, Kudus.

Bagaimana pun, adanya FTP Djarum Award, harus diakui menghidupi teater sekolah. Even tahunan, kerja sama PT Djarum  Kudus dan Disdikpora Kabupaten Kudus, yang memperebutkan award dan sejumlah uang pembinaan itu dapat mendorong teater sekolah di Kudus terus berproduksi. Hanya, yang perlu dipikirkan ke depan adalah bagaimana “membawa” teater pelajar hasil FTP Djarum Award itu agar tidak mengalami stagnasi krativitas setelah usai festival. Mari!

2 komentar:

  1. wah ini perlu dicontoh oleh perusahaan lain agar ikut mendukung dunia pendidikan.
    semoga sastra semakin maju pak

    BalasHapus
  2. @budi santosa

    Ya, Pak, melalui aktivitas seni di alam sastra dapat menjadi wahana membangun karakter.

    BalasHapus

""