Selasa, 01 November 2011

Sisi Lain LPMP, Cacatan 2

Saat Training of Trainers (ToT) in Service 1, beberapa waktu lalu, sepertinya memang ada bagian bangunan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) yang hendak direnovasi. Tanda-tanda akan diadakannya renovasi itu sudah ada. Di antaranya, tempat untuk memarkirkan motor kami ketika itu sudah mulai dipagar-pagar menggunakan bambu dan kayu, menyerupai langkah awal melakukan proyek bangunan-bangunan seperti yang kita lihat pada umumnya.

Tanda-tanda itu, kali ini, saat ToT in Service 2, saya dapat melihatnya benar-benar ada proyek bangunan gedung di tempat kami menimba ilmu beberapa hari ini. Gedung yang dibangun itu, memang ketika in Service 1, teritisnya kami pergunakan untuk memarkir motor. Kini sudah berdiri tinggi bangunan tiga lantai, yang masih terus dikerjakan pekerja, setiap hari, dari pagi hingga sore karena belum selesai. Libur pada Minggu (30/10) kemarin memang terlihat sepi. Para pekerja barangkali perlu juga istirahat. Tidak terus nglembur mencari duit untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pekerja-pekerja itu, disadari atau tidak, oleh mereka dan juga kita, secara tidak langsung turut memberi kontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Betapa tidak, mereka mempersiapkan gedung itu tidak lain dan tidak bukan untuk kepentingan pendidikan. Tempat guru-guru dan bahkan lembaga-lembaga tertentu untuk mengadakan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan keprofesian. Bagi guru dan tenaga kependidikan, khususnya, untuk meningkatkan kompetensi di dalam memberi layanan pendidikan dan kependidikan kepada publik. Dengan demikian kebutuhan masyarakat akan kecerdasan menjadi lebih terpenuhi.  Bukankah itu menunjukkan bahwa pekerja-pekerja itu telah turut mencerdaskan anak-anak negeri ini, sekalipun (sekali lagi) tidak secara langsung?

Coba kita bayangkan andai pekerja-pekerja semacam mereka itu tidak ada. Bangunan semegah gedung LPMP, yang digunakan untuk mempersiapkan  kalangan profesional untuk melayani secara lebih berkualitas masyarakat, tentu tidak mungkin bakal ada. Sehingga tidak salah jika dibilang pekerja-pekerja itu memiliki andil yang sama dengan semua orang yang menggunakan gedung yang dibangunnya itu setelah jadi. Tidak ada pekerja-pekerja itu, tidak mungkin ada gedung-gedung megah. Tidak ada gedung-gedung (megah) itu, tentu tidak ada kenyamanan kerja. Dan, hal itu sangat berdampak pada kualitas kinerja. Jelas kontribusi positif mereka  tidaklah kecil.

Yang menarik bagi saya adalah pekerja-pekerja bangunan itu tidak hanya dimonopoli oleh kaum Adam, tetapi juga kaum Hawa. Saya melihat jelas di antara pekerja-pekerja itu ada yang wanita. Mereka bekerja seperti laki-laki. Ada yang mengangkut kayu, mengambil batu bata, menyiapkan air, mengambilkan adukan, dan sebagainya. Hanya, saya belum melihat ada wanita, di antara mereka, yang bertugas sebagai tukangnya (yang dilayani). Umumnya mereka hanya melayani. Maksudnya, baru sampai pada taraf menjadi pelayan, mengambilkan ini-mengambilkan itu. Hal itu menarik karena di daerah saya, wanita tidak ada yang menjadi pekerja kuli bangunan. Pekerja-pekerja kuli bangunan di daerah saya umumnya kaum lelaki.

Inilah barangkali yang juga dapat dianggap sebagai potret kehidupan masyarakat di Indonesia, khususnya, di daerah-daerah. Masih banyak rakyat yang membutuhkan pekerjaan-pekerjaan yang semestinya. Saya tak hendak mengatakan bahwa pekerjaan menjadi kuli bangunan itu buruk. Tidak. Profesi itu tentu saja baik. Tetapi, andai ada pekerjaan lain yang lebih “lembut”, saya pikir lebih cocoklah untuk kaum wanita. Saya yakin, mereka bekerja sebagai kuli bangunan karena sebuah pilihan terpaksa saja karena mencari pekerjaan yang lebih “lembut” tidak ada. Sementara mereka perlu mencukupi kebutuhan hidup. Inilah sisi lain di LPMP Provinsi Jateng saat saya mengikuti ToT Guru Pemandu in Service 2 (29/10 s.d. 2/11) yang dapat saya catat di sini.

2 komentar:

  1. kontribusi tak terduga yang bermanfaat...SIP
    mampir bang

    BalasHapus
  2. saya sudah follow blog ini.
    saya tunggu follow baliknya ya om. :)

    BalasHapus

""