Selasa, 20 Desember 2011

Kenyamanan


Kemarin, Senin (19/12), saya melayat ke  luar kota dengan beberapa rekan menaiki mobil. Awalnya yang diperkirakan mobil tersebut menampung kami, tetapi saat berangkat agak sedikit berjubel. Oleh karena jarak melayatnya jauh, yang dalam perjalanan jauh diperlukan kenyamanan yang ekstra, seorang di antara kami mengusulkan untuk membawa mobil satu lagi. Dengan ditambah satu mobil lagi, kami dapat membagi diri, ada yang berada di mobil satu dan satunya lagi. Dengan demikian, kami akan dapat menikmati kenyamanan meski dalam perjalanan yang jauh.

Dalam perjalanan jarak dekat barangkali kondisi mobil penuh penumpang tidaklah seberapa tanggungannya. Tidak merasa nyaman dalam waktu sebentar tidak banyak menimbulkan masalah. Karena, sekalipun berjubel dan konsekuensinya seluruh tubuh dalam kondisi dimempatkan sehingga mudah lelah, hanya dalam sejenak waktu. Kami tentu masih dapat bertahan diri. Tidak merasa nyaman dalam waktu sebentar masih dapat ditoleransi, apalagi saat melakukan aktivitas melayat, seperti yang kami lakukan.

Ketidaknyamanan kami itu tentu saja lebih tidak nyaman bagi keluarga yang akan kami datangi. Mereka yang masih hidup tidak nyaman hati karena ditinggal salah satu anggota keluarganya. Yang biasanya masih dapat berkumpul, bergurau, berbincang-bincang dalam mengalami persoalan hidup bersama, tiba-tiba ditinggalkan, jelas suasana sedih, tidak nyaman, gelisah, dan kacau dialami oleh setiap keluarga yang ditinggal. Katakanlah sekalipun yang meninggal itu salah satu anggota keluarga yang barangkali dianggap kurang memberi kontribusi positif dalam keluarga, tetaplah meninggalnya itu menjadi satu peristiwa yang membuat benak keluarga yang ditinggalkan tidak nyaman. Apalagi jika yang meninggal itu dianggap sebagai anggota keluarga yang sangat memberi kontribusi positif bagi keluarga. Tentu sangatlah menyedihkan, membuat benak benar-benar tidak nyaman.

Bagi kami, yang akan melayat, ketidaknyamanan menaiki mobil dalam kondisi berjubel dalam perjalanan jauh dapat dengan mudah diatasi dengan meminjam mobil milik teman. Dalam perjalanan yang jauh itu kami akhirnya benar-benar masih mendapatkan kenyamanan. Kami duduk tidak berdesak-desakan dalam mobil. Duduk dengan sangat leluasa. Bahkan, kaki dapat bergerak bebas tapi sopan. Dengan demikian rasa lelah dapat dieliminasi dengan berpindah-pindah posisi tubuh, kadang miring ke kiri, miring ke kanan, menghadap ke depan. Perpindahan posisi tubuh itu membuat otot-otot tetap dalam kondisi tidak kaku.

Berbicara antarkami dalam kondisi tidak berjubel dalam mobil sangat nyaman. Tidak perlu menutup-nutupi mulut bagi kami yang merasa memiliki bau mulut kurang sedap. Dalam jarak jauh sekalipun mulut berbau saat berbicara tidaklah tercium baunya. Karena sebelum menyentuh ujung hidung bau itu sudah melayang hilang ditelan udara, menjauh dari alat pencium itu. Dengan demikian komunikasi sangat akrab dapat terjadi dalam perjalanan jauh serupa yang kami alami. Kami bahkan dapat bersendau gurau sekalipun sudah tua-tua. Dan hal itu sangat menciptakan suasana senang, yang dapat menghilangkan rasa letih lelah, sehingga kenyamanan tetap dapat kami rasakan.

Hanya memang kebersamaan kami dalam perjalanan yang saat awal telah dibangun tidak dapat dicapai seutuhnya. Karena, mobil kami tidak selalu dapat beriringan. Bahkan dari awal berangkat saja, kami sudah berpisah. Tidak mengetahui mobil mana yang lebih dulu dan mobil mana yang masih di belakang. Dalam sepanjang perjalanan kami memang tidak saling kontak lewat HP karena di masing-masing mobil telah ada di antara kami yang mengetahui tujuan. Tentu saja, sekalipun membutuhkan waktu dua jam perjalanan, kami tidak akan tersesat. Hanya, konsekuensinya kami tidak dapat memastikan tiba di tempat secara bersama-sama. Dan, bagi kami, itu tidak masalah. Yang penting selamat sampai tujuan. Dapat melayat, memberi penghiburan dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, sehingga sekalipun ditinggal salah satu anggota keluarga, mereka masih mampu membangun suasana benak nyaman dari sisa-sisa yang tertinggal oleh karena kesedihdukaan itu.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""