Senin, 23 Januari 2012

Bedah SKL, Langkah Peduli bagi Siswa

Gambar dari: mgmpinggris.blogspot.com
Hari ini, Senin (23/1), di kabupaten kami, Kudus, Jawa Tengah (Jateng) baru saja diadakan bedah standar kompetensi lulusan (SKL) 2012. SKL menjadi pedoman bagi para siswa dalam ujian nasional (UN) 2012, yang sebentar lagi akan digelar. SKL yang sudah disosialisasikan di sekolah-sekolah beberapa waktu yang lalu sebagai dasar untuk memfokuskan proses pembejalaran bagi siswa kelas terakhir (SMP/MTs dan SMA/SMK dan sederajat) tentu penting untuk dipahami oleh semua guru, terutama, yang mengampu mata pelajaran (mapel) yang di-UN-kan. Untuk memahami SKL 2012, dalam arti memrediksi soal-soal UN 2012 berdasarkan SKL tersebut, sepertinya sesulit memrediksi soal-soal UN berdasarkan SKL 2011, yang lalu. Sebagai seorang guru, saya mengakui bahwa perihal (sekadar) memrediksi, mudah. Tetapi memrediksi secara tepat atau paling tidak mendekati “sasaran” bukanlah persoalan yang mudah.
Itulah sebabnya, sekalipun, beberapa waktu lalu di musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) kabupaten telah diadakan kegiatan “bedah SKL 2012” yang difasilitasi oleh beberapa rekan sejawat yang dipandang mumpuni dalam bidangnya, “bedah SKL” jilid kedua diadakan dengan mengambil narasumber dari pusat kurikulum (puskur). Tentu saja dengan harapan dalam “membedah” SKL 2012 tersebut lebih memudahkan guru-guru dalam memusatkan pembelajaran bagi siswa didik kelas yang menghadapi UN 2012.
Dalam acara “bedah SKL”, yang diadakan di SMP 1 Kudus, itu diikuti oleh guru-guru, baik negeri maupun swasta, pengampu mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA. Pelaksanaannya diadakan secara kelompok per guru mapel. Masing-masing kelompok guru mapel lebih kurang berjumlah 50-an orang. Difasilitasi oleh seorang fasilitator (dari Puskur) yang berkemampuan di bidangnya.

Di hadapan peserta “bedah SKL” 2012 mapel Bahasa Indonesia, fasilitator mapel Bahasa Indonesia mengawalinya dengan menunjukkan data perolehan nilai UN Bahasa Indonesia 2011 SMP kabupaten Kudus. Dari beberapa data terlihat, ada beberapa soal yang sangat dikuasai oleh siswa sehingga di sekolah tertentu siswanya memperoleh nilai sangat baik, tetapi ada juga beberapa soal yang tidak dikuasai oleh siswa sehingga mendapat nilai kurang baik. Sayang, dikatakan oleh fasilitator, tidak semua soal yang dikuasai sangat baik oleh siswa itu, dikeluarkan (lagi) di UN 2012. Ada beberapa tidak dimunculkan dalam soal UN 2012. Karenanya dibutuhkan kecermatan “membedah” SKL 2012.
Membedah SKL merupakan upaya memrediksi soal-soal berdasarkan indikator yang ada di SKL tersebut. Dari satu indikator, misalnya, dapat “diterjemahkan”  ke beberapa soal. Upaya tersebut tentu saja mempermudah guru dalam menyusun soal-soal latihan bagi siswanya sebelum UN berlangsung. Yang namanya memrediksi memang tidak seratus persen tepat “sasaran”. Tetapi, paling tidak, upaya tersebut memusatkan arah berpikir guru dalam menyusun soal latihan, yang boleh jadi mendekati bentuk soal-soal UN. Karenanya paparan-paparan yang disampaikan oleh fasilitator, yang dari puskur, itu tentu memberi kontribusi yang sangat berarti. Ibarat seorang pemburu, fasilitator dari puskur itu pemburu yang telah terlatih dalam membidik sasaran. Karena bagaimana pun keberadaannya telah terkondisikan oleh alam puskur itu sendiri. Kepiawaiannya dalam “membidik” soal-soal tentu lebih terarah.
 Itulah barangkali yang memotivasi guru-guru peserta “bedah SKL” mengikuti kegiatan tersebut secara serius. Hampir tidak ada guru dalam ruangan kegiatan itu, pasif. Semua guru terlihat aktif mengikuti tahap demi tahap paparan yang disampaikan fasilitator. Semua terlihat membuat catatan, termasuk saya. Mencatat apa saja yang kami perkirakan (dapat) menjadi bekal siswa dalam menghadapi UN, yang dipastikan tidak ada (UN) ulangan itu. Ini mengandung pengertian jika gagal dalam UN berarti harus mengulang satu tahun lagi mengikuti proses pembelajaran untuk (kemudian) mengikuti UN tahun berikutnya. Yang, disadari atau tidak, hal demikian sangat membebani siswa.

Karenanya boleh dibilang “bedah SKL” sejatinya langkah peduli bagi siswa. Peduli secara optimal membantu siswa dalam menghadapi UN. Jadi, kesulitan-kesulitan yang melingkungi siswa sedikit banyak terbantu. Guna mengantar mereka menuju kesuksesan menempuh UN. Sebab, kegagalan mereka dalam menghadapi UN menjadi (juga) kegagalan guru dalam mendampingi siswa didiknya dalam pembelajaran. "Bedah SKL" menolong guru dalam keoptimisan membawa siswa didiknya menghadapi UN mendatang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""