Jumat, 13 April 2012

Darah Kita, Lebih Berguna bagi Orang Lain


DARAH KEMANUSIAAN: Petugas PMI Kabupaten Kudus mengambil darah 
Menipisnya stok darah di kantor Palang Merah Indonesia (PMI) paling tidak disebabkan oleh dua hal. Pertama, pihak yang membutuhkan darah jumlahnya  banyak sehingga darah yang disediakan di PMI menipis. Kedua, pihak pendonor jumlahnya tidak banyak sehingga stok darah di PMI menipis. Sepertinya oleh karena menipisnya stok darah itulah yang tiba-tiba suatu siang saya menerima short massage service (SMS) dari sebuah nomor handphone (HP) yang tidak saya ketahui asalnya. SMS itu berbunyi seperti ini. Pendonor yth: Sudah Waktunya Anda Donor Darah di PMI Kab. Kudus. Stok Darah Golongan 0 Menipis. Terima kasih. Pengirim 085713314446, dikirim 7 April 2012, pukul 11:28:40.

Begitu membaca kalimat itu, saya langsung berpikir perlu segera ke PMI. Mendonorkan darah saya. Hanya, karena ketika itu saya baru disibukkan aktivitas, saya tidak dapat melakukannya. Baru bisa saya lakukan Senin (9/4), sore hari. Saya datang ke kantor PMI Kudus, yang terletak di Jalan Kudus-Purwodadi, persis di depan Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Sesampai di ruang kantor, saya menjumpai salah seorang petugas, seorang ibu. Ia menanyakan maksud kedatangan saya. Saya lantas bercerita, dengan menyebut ada SMS tersebut, yang saya duga dari PMI. Akan tetapi, ibu itu justru tidak mengetahui dan karenanya ia mengatakan kalau PMI tidak pernah menghubungi pendonor melalui SMS.

Ibu itu menyarankan agar saya menunggu dahulu siapa tahu ada salah satu keluarga saya yang memang membutuhkan darah. Tetapi, saya katakan tidak ada. Sebab memang tidak ada satu pun keluarga saya yang sakit membutuhkan tranfusi darah. Waktu itu, mertua laki-laki memang sakit dan operasi, tetapi tidak sampai membutuhkan darah. Itulah sebabnya saya agak heran, mengapa tiba-tiba saya menerima SMS seperti itu dan pihak PMI setempat tidak merasa mengirim SMS padahal dugaan saya SMS itu dari PMI setempat.

Nomor pengirim SMS itu diminta ibu tersebut, lantas ia menghubunginya. Tetapi, beberapa kali dihubungi, sekalipun nada panggil terdengar aktif (katanya), tidak ada yang mengangkat. Saya pun ikut-ikutan menghubungi dengan HP, nada panggil aktif memang terdengar, tetapi tidak ada tanggapan pula. Lantas, saya meng-SMS, dan ternyata tak ada juga balasan.

Setelah meminta saran kepada petugas, ya ibu itu, dengan senang hati saya akhirnya donor darah. Saya tidak lagi memikirkan siapa yang meng-SMS. Yang penting saya donor. Toh pasti ada yang memerlukan darah itu. Apalagi faktanya setelah saya tanyakan kepadanya, stok darah golongan 0 memang tidak ada, bukan hanya menipis. Dan ternyata, stok darah golongan yang lain pun juga sama. Tidak ada. Itu artinya, benar-benar dibutuhkan pendonor darah.   
KANTOR: Kantor PMI Cabang Kabupaten Kudus
Nah, ketika saya sedang berbaring karena darah diambil, ada seorang kenalan yang masuk ke ruang kantor. Yang, kemudian saya ketahui ia juga akan mendonorkan darahnya. Bahkan diakuinya, ia telah rutin setiap tiga bulan sekali donor darah. Kalau sampai melewati waktunya donor, ia tidak donor, dirasakan badannya kurang enak, tidak fresh. Saya lalu berpikir bahwa donor darah yang sudah dilakukan secara rutin dapat membuat seseorang seperti menyandu. Dan karena itu harus donor sesuai dengan waktunya. Toh menurut beberapa orang, donor darah itu justru baik karena setelah mendonorkan darah, terjadi proses pembentukan darah baru dalam tubuh. Artinya, darah lama dikeluarkan, darah baru dibentuk.

Dapat dikatakan bahwa darah lama, yang ternyata berefek kurang baik dalam tubuh, tetap memiliki manfaat bagi orang lain yang membutuhkan tranfusi darah. Melalui tranfusi, darah itu dapat menyelamatkan jiwa seseorang. Maka, saya pikir orang-orang yang memiliki darah layak untuk didonorkan, perlu bahagia. Sebab, tidak sedikit orang yang memiliki darah kurang layak didonorkan karena di dalamnya (memang) terkandung “sesuatu” yang bisa  merugikan orang lain. Hanya  memang, sekalipun memiliki darah layak untuk didonorkan, tetapi kondisi badan lemah (misalnya tensi darah rendah), tidak dapat melakukan kegiatan mulia itu.

Untuk dapat memenuhi kebutuhan darah tepat waktu di seluruh wilyah Indonesia, PMI Pusat ternyata telah memiliki program meng-SMS pendonor darah yang nomor HP-nya sudah terdaftar di data base PMI Pusat. Program itu sudah lama berjalan. PMI-PMI daerah yang membutuhkan stok darah, sudah diketahui pusat oleh karena daerah (selalu) memberi laporan. Berdasarkan laporan tersebut, PMI Pusat meng-SMS pendonor darah yang ada di daerah. Dengan begitu, pendonor darah dapat segera mendonorkan darahnya ke PMI setempat. Program SMS kepada pendonor itu sudah tersistem. Maka, nomor pengirim SMS (seperti yang saya jumpai itu), tidak dapat dihubungi, baik melalui SMS maupun langsung. Demikian yang diceritakan petugas lain di PMI Kudus sesaat setelah saya mendonorkan darah.

Program ini sangat efektif. Cepat dapat mengatasi kekurangan darah. Di samping itu, para pendonor darah selalu diingatkan lewat program SMS. Sehingga, waktu mendonorkan darahnya akan tetap terlaksana dengan tertib. Dalam kesibukan seperti apa pun, SMS itu akan mengingatkan pendonor  darah bahwa dirinya sudah waktunya harus berdonor. Pendonor yth: Sudah Waktunya Anda Donor Darah di PMI …. Terima kasih. Selamat berdonor darah, sebab darah (lama) kita, lebih berguna bagi orang lain!

3 komentar:

  1. Mendonor ibarat shodaqoh. Subhanalloh, apa yang telah bapak lakukan semoga menjadi ladang amal, dan pastinya manfaat bagi yang membutuhkan.

    Salam kenal, Pak.

    BalasHapus
  2. Semoga dengan menjadi pendonor menjadi ladang amal kebaikan buat bapak.
    Salam kenal, Pak.

    BalasHapus
  3. Terima kasih,Mas. Salam kenal juga.

    BalasHapus

""