Senin, 23 April 2012

Kolaborasi Futsal dan Karaoke dalam Kartinian

EMANSIPASI WANITA: Siswa putri bermain futsal, seperti lelaki

Semangat Raden Ajeng (RA) Kartini, pahlawan emansipasi wanita, oleh organisasi siswa intra sekolah (OSIS) SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng) diterjemahkan secara kontekstual. Karenanya dalam rangka memperingati Hari Kartini, kali ini, OSIS Sajaku (Satu Jati Kudus) menggelar kegiatan olahraga dan seni yang sedang ngetrend di kalangan siswa untuk siswa putri. Kegiatan tersebut diadakan sejak Jumat (20/4) hingga Sabtu (21/4).

Olahraga futsal, yang sementara ini lebih dekat dengan olahraga laki-laki, dilakukan oleh siswa putri. Masing-masing kelas (VII dan VIII) mengirimkan wakilnya. Kelas VII A bergabung dengan VIII A menjadi satu tim futsal. Demikian juga VII B dengan VIII B hingga VII H dengan VIII H.  Kelas IX tidak ikut karena menjelang (menghadapi) ujian nasional (UN). Jadi, ada delapan tim futsal putri yang bertanding. Uniknya, untuk pertandingan futsal kali ini, para pemain harus mengenakan sarung (umumnya dikenakan laki-laki), dililitkan pada pinggang menjulur ke bawah hingga ke betis. Menyimbolkan “semangat laki-laki”, yang mewarnai pertandingan mereka.

PANGGUNG TERBUKA: Karaoke siswa di tangga, sebagai panggung terbuka
Tak urung pertandingan futsal, yang dimulai Jumat, itu menyedot perhatian penonton, para siswa, baik putra maupun putri dan para guru. Apalagi ini pertama kalinya diadakan. Juga dengan pakaian yang agak “berbeda”. Mereka memberi suport kepada pemain, yang semuanya bermain dengan semangat. Bahkan, sekalipun terik matahari begitu menyengat, mereka masih terlihat bersemangat. Wajah-wajah yang biasanya tampak lembut dan halus, oleh karena “kerja keras” di bawah terik matahari, berubah menjadi keras dan merah padam, demi merebut kemenangan.

Pertandingan futsal yang tidak selesai di hari pertama (Jumat) dilanjutkan di hari kedua (Sabtu, 21/4), setelah pelaksanaan apel Hari Kartini. Hanya, pertandingan di hari kedua ini dikolaborasikan dengan lomba karaoke (juga untuk siswa putri). Sementara di lapangan berlangsung pertandingan futsal, di salah satu tangga yang menuju ke lantai dua, yang dekat dengan lapangan (disulap menjadi panggung terbuka), sedang berlangsung lomba karaoke. Dengan demikian, para penonton dapat melihat kedua “pertunjukan” itu. Melihat pertandingan futsal dan lomba karaoke sekaligus, tampaknya lebih menarik. Karena, penonton futsal terhibur. Terbukti, tidak sedikit penonton futsal yang turut menggoyang-goyangkan tubuhnya serta menyanyi hingga kedua “pertunjukan” itu berakhir di tengah hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""