Senin, 02 April 2012

Koreksi Ujian Sekolah Secara Manual


SIBUK: Sedang sibuk mengoreksi ujian sekolah
Guru-guru SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (30/3) pukul 13.00 WIB mulai disibukkan mengoreksi ujian sekolah, yang sejak Senin (26/3) hingga Jumat (30/3) ujian sekolah tersebut dilakukan. Ujian sekolah yang meliputi sepuluh mata pelajaran (mapel) itu memang tidak melibatkan semua guru untuk mengoreksi. Akan tetapi, setiap mapel dikoreksi oleh dua pengoreksi, yakni pengoreksi satu dan dua. Hal itu dimaksudkan agar penilaian lebih objektif.

Kegiatan pengoreksian yang dipusatkan di salah satu ruang di sekolah, itu bersifat manual. Tidak menggunakan komputer. Sehingga guru-guru masih harus menyediakan kunci jawaban di transparan atau kertas, yang dapat dipakai untuk mengoreksi pekerjaan para siswa. Pengoreksian secara manual memang memakan waktu relatif lama. Akan tetapi, sore itu semua pekerjaan koreksi dapat diselesaikan dengan baik.
Sekalipun cara pengoreksian manual, para siswa mengerjakan soal di lembar jawab komputer (LJK).  Akan tetapi, LJK itu tiruan, artinya cetakan (buatan) sendiri yang diserupakan dengan LJK resmi. Yang penting para siswa lebih terbiasa menggunakan LJK sehingga ketika menghadapi ujian nasional (UN) tidak mengalami kesulitan menggunakan LJK.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""