Rabu, 25 April 2012

Lomba Siswa Berprestasi SMP/MTs se-Kabupaten Kudus 2012

Para peserta sibuk dengan hasta karyanya di ruang Hasta Karya

Pembangunan bangsa dan negara diperlukan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Kualitas SDM dapat dipersiapkan sejak dini. Sejak anak-anak berada di bangku sekolah. Di sekolah itulah, mereka dididik dan dibina untuk menjadi generasi penerus yang andal, berpotensi tinggi. Dan, untuk memacu potensi generasi ini perlu dimunculkan wahana untuk memfasilitasi mereka bersaing secara positif. Salah satu cara yang dimunculkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus adalah lomba siswa berprestasi.

Lomba siswa berprestasi ini, biasanya, untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk tingkat sekolah dasar (SD)/madrasah ibtidaiyah (MI) diadakan tersendiri. Demikian juga untuk tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Kali ini, Rabu (25/4) hingga Kamis (26/4)  diadakan untuk tingkat SMP/MTs. Lomba Siswa Berprestasi SMP/MTs se-Kabupaten Kudus 2012 tersebut dilaksanakan di SMA 1 Gebog, Kudus, Jawa Tengah (Jateng).
Pemilihan lokasi lomba di SMA 1 Gebog, boleh dibilang, representatif. Karena, lokasi yang jauh dari perkotaan sangat nyaman untuk siswa berlomba. Udara yang masih segar, tidak terganggu polusi suara, ditambah lagi masih banyak tetumbuhan di sekitar sekolah, memudahkan membentuk konsentrasi dan kestabilan stamina. Dengan demikian, para peserta dapat berkarya secara maksimal.
Peserta yang berjumlah 52 siswa (putra dan putri) itu harus menghadapi berbagai aktivitas keilmuan dan keterampilan secara perorangan. Aktivitas itu adalah tes akademik, keterampilan komputer, keterampilan pilihan (hasta karya, eletronika, dan penemuan), pidato berbahasa Indonesia, dan wawancara. Hari pertama, peserta menghadapi tiga jenis kegiatan, yakni tes akademik, keterampilan komputer, dan keterampilan pilihan. Hari kedua, berpidato berbahasa Indonesia dan wawancara.

Salah satu peserta serius mengerjakan hasil penemuannya di ruang Penemuan.
50 soal tes akademik terdiri atas mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, harus peserta hadapi di tahap pertama. Setelah itu, mereka menunjukkan keterampilannya berkomputer. Selanjutnya, memraktikkan keterampilan pilihan. Dalam tahap ini, peserta memraktikkan keterampilan yang beragam. Ada yang membuat dan memresentasikan hasta karya, elektronika, dan ada juga yang penemuan. Peserta yang membuat hasta karya (terkait dengan karya-karya seni), jumlahnya paling banyak. Mereka berada dalam satu ruang. Tetapi, untuk mengerjakan bagian-bagian tertentu, yang tidak mungkin dikerjakan di ruang, dikerjakan di luar.  Mereka menyelesaikan hasil karyanya dalam waktu yang berbeda. Ada yang lebih dahulu selesai, ada yang kemudian.

Hal yang sama terjadi pada peserta yang memilih keterampilan elektronika dan penemuan. Hanya, karena peserta keterampilan elektronika jumlahnya tidak banyak (urutan kedua) dan penemuan (jumlah pesertanya urutan ketiga, paling sedikit) lebih dahulu selesai. Yang menarik, di ruang keterampilan elektronika, ada peserta yang membuat tungku bertenaga listrik. Bahan luarnya dari keramik (tanah liat), sedang dalamnya diisi dengan rangkaian yang mengeluarkan energi panas dari aliran listrik. Karena bahannya sederhana dan pembuatannya tidak rumit, tungku ini jika dipasarkan harganya terjangkau masyarakat. Sedangkan di ruang penemuan, ada peserta yang membuat alat pendeteksi gempa, ada juga alat pendeteksi banjir. Sumber tenaga alat pendeteksi banjir itu menggunakan listrik, tetapi sinyal yang dikeluarkan berupa bunyi. Bunyi itulah yang digunakan sebagai tanda supaya orang-orang yang ada di daerah rawan banjir segera menyelamatkan diri. Hanya, bunyi yang dihasilkan diusahakan tidak sama dengan bunyi sirine ambulan atau polisi supaya masyarakat lebih tanggap banjir, demikian masukan salah satu juri kepada peserta yang bersangkutan.
Salah satu peserta di ruang Eletronika sedang mengerjakan "tungku bertenaga listrik"
Bagaimana pun itu sebuah hasil karya siswa, generasi penerus bangsa ini, yang harus diapresiasi secara positif. Wajar ada kekurangan di sana sini. Mereka memang masih membutuhkan bimbingan dan binaan yang lebih sungguh-sungguh. Pembimbingan dan pembinaan yang lebih intensif dipastikan menghasilkan generasi bangsa, SDM, berkualitas, yang ke depan dapat membangun bangsa dan negara lebih maju dan beradab. Selamat berlomba, raih prestasi setinggi-tingginya!

7 komentar:

  1. Semangat ! Agar Blognya lebih produktif

    BalasHapus
  2. Terima kasih, Pak. Semangat terus dukung anak!

    BalasHapus
  3. Selamat Malam Pak Sungkowo :)
    Bagaimana kabarnya Pak Sung? hehe kangen diajar sama bapak. :)
    Mau tanya ,SMP 1 jati meraih juara berapa ya pak? dan yg mewakili lomba Siswa berprestasi siapa ya pak?

    terimakasih,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, baru membuka blog. jadi, baru mengetahui kalau Ananda berkunjung. Terima kasih ya. Saat lomba itu, SMP 1 Jati meraih juara 2 untuk kategori putri, yakni Farida.

      Hapus
  4. Wah.. Sajaku memang hebat ya Pak. Setiap tahun prestasi terus meningkat. :)
    Selamat untuk sajaku tercinta :)

    BalasHapus
  5. saya Muhammad fikrul huda.. saya siswa dari sma 1 jekulo yang kemarin ikut juga di lomba murid teladan kabupaten kudus 2012 tingkat sma smk. dan alhamdulillah dapet juara 2 (cuma beda 4 poin ma juara satu...nyaris juara pertama kalo g kalah piagam.. he he he he)... tapi DINAS PENDIDIKAN TIDAK MEMBERI PIAGAM . PADAHAL ITU HAK SAYA SETELAH MELAKSANAKAN LOMBA>> INI ADA MASALAH APA Y? saya kecewa sekali!!!!

    BalasHapus
  6. Mas Fikrul, anak didik kami, hari ini tadi, Senin (28/1) sudah mendapat kiriman piagam dari Disdikpora Kudus. Coba, hak Mas Fikrul diurus (minta tolong kepada guru pembimbing) ke Disdikpora Kudus. Semoga berhasil.

    BalasHapus

""