Senin, 02 April 2012

Tim Basket Putri SMP Kabupaten Kudus Melenggang ke Tingkat Provinsi


MEMERIKSA: Para pemain saling memeriksa persyaratan menjelang pertandingan
Tim basket putri SMP Kabupaten Kudus meraih juara pertama dalam pekan olahraga daerah (Popda) tingkat Karesidenan Pati, yang diselenggarakan Sabtu (31/3), di Rembang, beberapa waktu lalu. Peraihan itu diperjuangkan secara mati-matian melawan tim dari Kabupaten Pati, yang boleh dibilang dari segi postur tubuh memiliki keunggulan dibanding tim Kabupaten Kudus. Di samping postur tubuhnya lebih jangkung-jangkung, saat pemanasan, terlihat tim Kabupaten Pati lebih piawai dalam memainkan bola. Gambaran awal itu mampu memiriskan hati para suporter dari tim Kabupaten Kudus.

Saat-saat awal bermain, fakta itu memang tampak karena tim Kabupaten Kudus mengalami kekalahan. Tim Kabupaten Pati sudah mendapat angka, tim Kabupaten Kudus belum sama sekali alias nol. Akan tetapi, karena dukungan suporter dan pelatih juga semangat juang tim, tim Kabupaten Kudus mulai dapat mengejar perolehan angka tim Kabupaten Pati. Bahkan, semakin lama, tingkat kualitas permainan tim Kabupaten Kudus, yang dimotori oleh Tim Basket Putri SMP 1 Jati, Kudus (Sajaku) mulai tampak menggembirakan.

Angka-angka mulai dicetak. Dan, keadaan itu ternyata mampu memberi efek kurang percaya diri tim Kabupaten Pati. Sementara permainan tim Kabupaten Kudus semakin “cantik” dan “memukau” penonton, permainan tim Kabupaten Pati malah mulai mengendur. Sehingga tim Kabupaten Pati hampir tidak memperoleh nilai, tetapi sebaliknya tim kabupaten Kudus sering mencetak angka. Pada akhir sepuluh menit yang ketiga posisi angka 8:16 untuk Pati dan Kudus.
BERAKSI: Para pemain sedang merebut bola di dekat keranjang bola
Pada sepuluh menit yang keempat, tensi permaian keduanya terlihat tinggi. Akan tetapi, tim Kabupaten Kudus, yang terdiri atas gabungan pemain dari Sajaku dan SMP 2 Kudus (Spero), sekalipun postur tubuh pemainnya rata-rata kurang jangkung dibanding tim Kabupaten pati, keatraktifan dalam memainkan bola dari satu pemain ke pemain lain sangat lincah. Bahkan, beberapa suporter, yang di antara ada guru, mengatakan bahwa permainan kali ini jauh lebih berkualitas daripada permainan ketika berhadapan dengan tim Kabupaten Jepara. Akan tetapi, tim Kabupaten Pati tampaknya terus mengimbangi. Sehingga pada putaran keempat ini, permainan semakin menegangkan. Permainan nan cantik dari tim Kabupaten Kudus membuahkan angka pada menit-menit awal, yang akhirnya mengubah posisi angka 8:18. Akan tetapi, tim Kabupaten Pati tampaknya tak mau kalah berjuang. Sehingga pada menit-menit berikutnya tim Kabupaten Pati mampu memasukkan bola ke dalam keranjang. Posisi angka berubah menjadi 10: 18 untuk Pati dan Kudus.
SETIA: Elf yang setia menjemput para pemain
Posisi Kudus masih unggul hingga pada menit-menit terakhir sekalipun tim Kabupaten Pati mampu memasukkan lagi satu bola, yang akhirnya mampu mengubah posisi angka menjadi 12: 18 untuk Pati dan Kudus. Akan tetapi, pada menit-menit berikutnya, tim Kabupaten Kudus membalas memasukkan satu bola ke keranjang lawan, sehingga mengubah perolehan angka 12: 20. Dan, ternyata angka itu hingga peluit wasit berbunyi tanda permainan usai tidak mengalami perubahan. Kedua tim telah berjuang luar biasa. Itulah kenyataan yang terjadi. Ada tim yang harus kalah dan menang.
ISTIRAHAT: Tempat istirahat para pemain dan semalam tidur melepas keletihan
Diakui oleh beberapa guru yang mendampingi tim Kabupaten Kudus, bahwa permainan anak-anak sungguh mengagetkan. Sebab, ketika siangnya, tim Kabupaten Kudus menghadapi  tim Kabupaten Jepara, permainannya terlihat lemah. Sulit memasukkan bola ke keranjang lawan. Berkali-kali “menembak” tidak ada bola yang masuk. Hal yang menguntungkan tim Kabupaten Kudus adalah tim lawan (tim Kabupaten Jepara) kualitas permainannya tidak sekuat tim kabupaten Pati. Tim Kabupaten Jepara, diakui oleh banyak penonton, tidak didukung oleh pemain-pemain yang baik. Pemain yang baik hanya satu anak. Karena tidak memiliki kawan yang tingkat kualitas mainnya sama, satu pemain itu kurang dapat mengimbangi permainan tim Kabupaten Kudus, yang memang memiliki kualitas permainan yang rata-rata baik. “Ketika melawan tim Kabupaten jepara permainan anak-anak terlihat lemah, tetapi hal itu dimungkinkan karena pengaruh dari lawan yang lemah. Sehingga tensi permainannya tidak setinggi seperti ketika melawan tim Kabupaten Pati,” seloroh pelatih tim Kabupaten Kudus, Drs. Hadi Sanyoto, di akhir pertandingan. Dan, perjuangan keras melawan tim Kabupaten Pati itulah yang (barangkali) menjadikan salah satu pemain tim Kabupaten Kudus, persis di menit terakhir, ada yang jatuh pingsan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""