Kamis, 03 Mei 2012

BLC Kudus Bantu Guru agar Tak Gagap Internet


Peserta Serius memerhatikan ketika pembicara, Ali Pujianto, memberi penjelasan.
Di era internet (segala sesuatu mudah diakses lewat internet) sangat membuka peluang siapa saja mendapatkan informasi secara bebas. Informasi yang dinginkan pasti tersedia. Karena semua informasi tersedia, tinggal bagaimana motivasi kita memanfaatkan internet. Sebagai guru, begitu mudahnya, misalnya, menemukan informasi terbaru untuk bahan pembelajaran bagi anak-anak. Hal tersebut tentu tidak membosankan anak didik. Mereka boleh jadi (akhirnya) memiliki semangat belajar yang terus terpacu oleh karena guru dapat memanfaatkan internet untuk media pembelajaran.

Di samping itu, karena internet dapat diakses siapa saja, termasuk anak-anak, maka guru semestinya tidak boleh gagap internet. Sangat berbahaya jika guru gagap internet sementara anak-anak telah lihai memanfaatkan internet. Anak-anak sekarang memanfaatkan media internet telah biasa. Bahkan bukan tidak menutup kemungkinan mereka “tersesat” juga memanfaatkan internet. Membuka situs-situs dewasa, yang seharusnya belum cocok mereka konsumsi. Tetapi karena sikap ingin tahunya, mereka menjelajah sampai di mana-mana, di sisi lain gurunya belum mengetahui karena gagap internet. Padahal guru semestinya dapat berperan sebagai motivator, supervisor, dan fasilitator bagi anak dalam memanfaatkan internet. Itulah (barangkali) pentingnya guru perlu berinternet.

Menyikapi keadaan begitu, Speedy Telkom Kudus, sejak Senin (16/4) s.d. Rabu (16/5) mengadakan pelatihan internet bagi guru-guru di Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan yang ditempatkan di Ruang Aula Lantai 2 Telkom Area Kudus, Jalan Sudirman Kudus, itu setiap harinya diikuti oleh paling tidak 20 guru. Guru-guru itu berasal dari berbagai sekalah, dari tingkat SD/MI hingga SMA/SMK/MA. Kegiatan yang dikemas dalam Broadband Learning Center (BLC) “Internet Sehat dan Aman”, menyajikan tiga materi, yang disampaikan secara beratahap dari dasar, menengah, hingga tinggi.
Dalam pelatihan, dijumpai berbagai tingkat kemampuan guru memanfaatkan internet. Ada yang masih belum mengetahui internet. Ada yang sudah dapat memanfaatkan media internet, sebatas mencari informasi. Ada juga yang sudah memiliki email sehingga dapat berkomunikasi lewat internet. Bahkan ada juga yang sudah memiliki blog. Boleh jadi karena dari sisi usia, guru-guru yang ikut pelatihan beragam. Ada yang muda, ada yang tua. Dan, ada kecenderungan yang usia muda lebih menguasai dibanding dengan usia tua. Karenanya, Ali Pujianto (pembicara), tidak bermaksud merendahkan yang sudah memiliki kemampuan berinternet, mengawalinya dari tahap dasar. Guru-guru dikenalkan secara umum tentang keinternetan. Kemudian baru membuat email, dilanjutkan membuat blog, yang harapannya dapat ditindaklanjuti untuk media pembelajaran (e-learning) di sekolah masing-masing.
Para peserta, baik yang muda maupun tua, tampak antusias mengikuti pelatihan. Ketika sudah sampai tahap membuat blog, tingkat keantusiasan semakin kentara. Mereka segera membuat tulisan sederhana dan segera memostingkannya ke blog. Ada juga yang hanya memposting gambar yang sudah tersedia di laptopnya masing-masing. Bahkan ketika pembicara meminta peserta menunjukkan blognya ke layar (LCD) melalui laptop pembicara, beberapa ada yang sangat berminat. Sehingga teman-teman (peserta lain) dapat melihat “hasil kerja” mereka. Dan, sungguh menarik karena ternyata beberapa ada yang mampu membuat blog dalam waktu yang relatif singkat. Yang, mampu merangsang teman-teman untuk menyelesaikan blog mereka yang belum jadi karena waktu pelatihan yang hanya setengah hari itu, sudah usai.
Betapapun, semangat guru-guru untuk berinternet perlu diapresiasi positif. Karena, melalui menyukai internet, tentu guru-guru lebih dapat menyuguhkan pembelajaran yang lebih variatif dan berbobot. Ada banyak materi dan teknik pembelajaran yang dapat dilihat, lalu dimodifikasi untuk dilakukan dalam pembelajaran. Pembelajaran menjadi berkualitas. Pada anak-anak tumbuh sikap belajar, yang terus-menerus terbangun karena selalu ada pembaruan.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""