Kamis, 31 Mei 2012

Rutin, Persiapan Upacara Bendera Hari Senin


ANAK-ANAK serius mengikuti latihan upacara untuk persiapan Upacara Bendera hari Senin
Upacara Bendera setiap Senin selalu dilaksanakan di sekolah, kecuali jika ada sesuatu yang mengharuskan kegiatan rutin itu ditiadakan. Misalnya, upacara diadakan di hari lain karena terkait dengan hari besar nasional. Jika Rabu ada upacara Hari Kebangkitan Nasional, misalnya, di Senin-nya tentu upacara ditiadakan. Namun tetap saja setiap minggunya ada upacara. Di samping itu, jika cuaca kurang mendukung, upacara ditiadakan di sekolah-sekolah yang hanya memiliki lapangan luar ruang. Sekolah-sekolah yang memiliki lapangan dalam ruang, upacara tentu dapat terlaksana meskipun hujan.

Salah satu manfaat yang dapat dipetik melalui aktivitas upacara adalah membangun jiwa nasionlisme anak-anak. Sikap disiplin, tanggung jawab, ketertiban, kerja sama, saling menghargai, di antaranya dapat dikembangkan lewat kegiatan tersebut. Melihat segi manfaatnya demikian, maka sebagian siswa dikondisikan mengikuti, melalui menjadi petugas upacara.  Itu yang sudah sejak lama dilakukan di SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng).
PETUGAS PENGIBAR BENDERA berlatih mengibarkan bendera, yang dibimbing oleh Pak Sunaryo, S.Pd.
Sekalipun tidak semua anak dapat menjadi petugas upacara (oleh karena petugas upacara memang terbatas jumlahnya), paling tidak semua kelas memiliki tanggung jawab sama menjadi petugas upacara. Tiap-tiap kelas diberi giliran menjadi petugas upacara. Sehingga, mau tidak mau, tiap-tiap kelas berusaha semaksimal mungkin membawakannya. Oleh karena itu, ketika kelas mendapat giliran upacara, sebelum pelaksanaannya, kelas tersebut mengadakan persiapan.
Wali kelas mengkoordinasi anak-anak yang bertugas upacara. Dipilih sesuai dengan kemampuannya. Yang dipandang dapat menjadi pemimpin upacara, misalnya, ditugasi menjadi pemimpin upacara; yang dilihat mampu menjadi petugas pengibar bendera, menjadi petugas pengibar bendera; demikian juga petugas-petugas yang lain. Lantas, mereka dilatih urusan kesiswaaan bekerjasama dengan wali kelas.
Umumnya latihan diadakan pagi hari. Saat kelas tersebut olahraga. Sebagian waktu olahraga dimanfaatkan untuk latihan upacara. Tentu saja latihan waktu jam olahraga itu belum cukup. Tetapi, paling tidak anak-anak sudah mengenal tugas masing-masing. Untuk memaksimalkan kemampuan mereka, biasanya latihan diadakan sore hari atau Minggu pagi. Setelah beberapa kali latihan, biasanya anak-anak, baru memiliki kepercayaan diri membawakan tugas masing-masing.
PADUAN SUARA sedang serius berlatih menyanyikan lagu Indonesia Raya, dibimbing oleh Bu Widayati P., S.Pd.
Anak-anak yang pernah bergabung dalam aktivitas baris-berbaris atau ketika SD pernah bertugas upacara, lebih cepat menguasai. Sebaliknya, anak-anak yang sama sekali belum pernah, agak lama membutuhkan waktu dapat menguasai tugasnya. Untuk yang ini, pelatih berusaha mengulang-ulang latihan. Yang sulit, terlihat pada petugas pengibar bendera dan pemimpin barisan. Karen mereka berkelompok sehingga memerlukan “kekompakan”. Kalau per bagian petugas sudah mampu, latihan dilakukan secara bersama, kolaborasi antarpetugas, dari awal sampai akhir upacara.  

Latihan umumnya diadakan di lapangan-tengah, yang berplester, dan di lapangan-depan, yang masih berumput, secara bergantian. Kalau pagi hari, lebih sering menggunakan lapangan-tengah; sore, lebih sering memanfaatkan lapangan-depan karena lapangan-tengah saat sore digunakan anak-anak bermain basket atau kegiatan ekstra yang lain. Anak-anak kelas VIII G terlihat antusias berlatih saat pagi hari, Kamis (31/5) di lapangan-tengah. Mereka akan bertugas Upacara Bendera hari Senin (4/6) mendatang. Persiapan demikian telah menjadi tradisi, dari tahun ke tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""