Kamis, 05 Juli 2012

Hasil PPDB Online SMP-SMA se-Kabupaten Kudus, Diumumkan Secara Online (Masyarakat Masih Antusias Melihat Pengumuman di Sekolah)


ANTUSIASME orang tua dan CPDB melihat pengumuman
Sesuai dengan jadwal, hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMP-SMA se-Kabupaten Kudus, hari ini, Kamis (5/7), diumumkan. Sejak subuh, pengumuman itu sudah dapat dilihat lewat situs http://disdikpora.kuduskab.go.id/ppdb-online/. Dapat diakses dengan mudah. Akan tetapi, sejak pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 09.00 WIB aksesnya begitu sulit. Ini dimungkinkan karena masyarakat mulai banyak yang mengakses untuk melihat pengumuman hasil PPDB online itu.

Ada 29 SMP negeri-swasta, termasuk SMP Satu Atap Gebog dan Undaan yang turut mengadakan PPDB secara online sejak 18/6 sampai dengan 29/6. Dari 23 SMP negeri (pagi tadi) ada dua SMP negeri yang masih kekurangan peserta didik, sedangkan SMP lainnya sudah terpenuhi daya tampungnya. SMP 2 Dawe yang memiliki daya tampung 238, ternyata baru mendapatkan 218 peserta didik. SMP 3 Dawe yang memiliki daya tampung 96, baru memperoleh 24 peserta didik. Dan, ini tentu saja calon peserta didik baru (CPDB) yang tidak diterima di SMP pilihan 1, 2, dan 3 masih memiliki kemungkinan untuk mengisi bangku kosong di SMP tersebut. Untuk tata cara pendaftarannya, menurut sumber yang dapat dipercaya, masyarakat dapat langsung datang ke sekolah tersebut. Jadi, pendaftarannya tidak lagi secara online.
Ada 13 SMA negeri-swasta yang turut dalam PPDB online. Lima SMA negeri dan delapan SMA swasta. Kelima SMA negeri daya tampungnya sudah terpenuhi. Dengan demikian, anak-anak yang sudah tidak diterima di  SMA negeri, hanya memiliki kemungkinan masuk di SMA swasta. Karena rata-rata SMA swasta masih kekurangan peserta didik. Hal yang sama juga berlaku untuk anak-anak yang tidak diterima di SMP negeri. Kalau daya tampung SMP 2 dan 3 Dawe sudah terpenuhi oleh karena “diserbu” pendaftar baru, maka bisa dipastikan yang tidak kebagian bangku di SMP negeri, masuk ke SMP swasta. Karena sebagian besar SMP swasta masih kekurangan peserta didik.
Sekalipun pengumuman sudah dilakukan secara online (bisa dilihat lewat jaringan internet), tetapi sebagian besar masyarakat masih datang ke sekolah. Mungkin karena ketika membuka pengumuman lewat internet (pada waktu-waktu kritis) mengalami kesulitan. Tentang itu, sehari sebelumnya, sekolah sudah memrediksi. Karenanya, sekolah sudah siap-siap seperti yang dilakukan SMP 1 Jati, Kudus. Yakni, mengeprint pengumuman hasil PPDB online yang ada di web Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, lantas menempelkannya di papan pengumuman.

Begitu papan pengumuman dikeluarkan, mereka langsung menyerbu papan pengumuman tersebut. Yang, sejak pukul 07.00 WIB memang sudah tampak menggerombol di halaman sekolah. CPDB dan orang tua agak berdesakan melihat pengumuman. Akan tetapi, sebagian besar terlihat senang karena diterima. Barangkali mereka yang datang ke sekolah memang sudah dapat menduga kalau diterima. Karena lewat Menu Jurnal Sementara dalam web Disdikpora Kabupaten Kudus, satu bahkan dua hari sebelum pengumuman, dugaan untuk dapat diterima di sekolah tertentu sudah dapat “dibaca”.
CPDB yang diterima, yang sebagian besar datang ke sekolah, dimasukkan ke ruang-ruang kelas untuk diberi informasi tentang pelaksanaan daftar ulang, yang dilaksanakan 6 dan 7 Juli 2012. Karena memang mereka belum mengetahui bagaimana cara mendaftar ulang. Sementara itu, CPDB yang tidak diterima, sebagian besar langsung mengambil berkas pendaftaran. Umumnya mereka langsung menuju ke sekolah yang menerima (pilihan 2 atau 3) untuk mengetahui langkah apa selanjutnya yang harus mereka lakukan.
Terkait dengan PPDB online ini, beberapa orang tua CPDB yang dihubungi Coretan Sungkowoastro, memberikan pernyataan beragam. Ada yang merasakan lebih nyaman ketimbang cara konvensional. Karena orang tua tidak perlu lari ke sana ke sini untuk memasukkan anaknya sekolah. Cukup mengisi satu formulir dapat memilih tiga sekolah. Tidak diterima di sekolah pilihan ke-1, dimungkinkan diterima di pilihan ke-2 atau ke-3 asal cermat menentukan pilihan. Pernyataan demikian umumnya disampaikan oleh orang tua CPDB yang berpengalaman.

Sebaliknya, orang tua CPDB yang kurang berpengalaman (yang kebanyakan berasal dari desa, jauh dari akses internet) menyatakan cara baru ini membingungkan dan menyusahkan. Karena setiap kali anaknya meminta ke warung internet (warnet), tidak selalu dapat membuka perkembangan informasi PPBD online itu sekalipun berjam-jam. Di sisi lain, mereka harus keluar uang untuk membayar internet. Sulit mendapatkan informasi; sementara yang didengar lewat anaknya, masyarakat dapat mencari informasi lewat internet. Bahkan, karena ketidaktahuan orang tua, ketika sudah pengumuman dan anaknya tidak diterima di sekolah pilihannya, mau mendaftar ke sekolah (SMP negeri) tertentu, padahal sudah tidak waktunya pendaftaran dan daya tampung SMP yang dituju itu sudah penuh.

Inilah kenyataan yang terjadi di masyarakat ketika memasuki sesuatu yang baru, dari era konvesional ke digital. Tidak semuanya berjalan mulus. Selalu ada persoalan. Akan tetapi, mau tidak mau, ke depan terkait dengan perkembangan dunia pendidikan (khususnya), masyarakat harus familiar dengan internet karena tuntutan zaman. Karenanya, betapapun ada kekurangan, apresiasi positif layak diberikan atas terselenggaranya PPDB online kali ini. Semoga di tahun pelajaran mendatang lebih baik! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""