Kamis, 12 Juli 2012

Menjelang Masuk Sekolah, Toko Perlengkapan Siswa Panen


PENUH SESAK, parkir memakan badan jalan
Menjelang masuk sekolah tahun pelajaran 2012/2013, seperti tahun-tahun pelajaran baru sebelumnya, toko-toko penyedia kebutuhan siswa disibukkan oleh pembeli, silih berganti pulang-datang. Tidak seperti hari-hari biasa, yang tidak dipadati oleh konsumen. Hari menjelang masuk sekolah merupakan hari penen bagi toko buku, sepatu, tas, dan keperluan lain anak sekolah.

Seperti yang dipantau oleh Coretan Sungkowoastro di beberapa kawasan pertokoan di Kudus, Jawa Tengah (Jateng) beberapa hari terakhir ini. Toko-toko si seputar Alun-alun Simpang Tujuh, Pusat kota Kudus, menunjukkan peningkatan animo pembeli. Di toko sepatu dan toko buku, misalnya, yang tempatnya tidak berjauhan, terutama pada malam hari, sekitar pukul 19.00 sampai dengan 21.00 WIB, banyak dikunjungi pembeli.
Tempat parkir, yang di hari-hari biasa tidak penuh, pada suatu malam ketika Coretan Sungkowoastro memantau, penuh sesak. Malahan di salah satu toko sepatu, yang lahan parkirnya berhimpitan dengan bibir jalan, terpaksa memanfaatkan sebagian badan jalan untuk parkir kendaraan. Jadi, sedikit mengganggu pengguna jalan.
Hal yang tidak terjadi di siang hari. Terbukti siang hari toko-toko tersebut tidak banyak dikunjungi pembeli. Hal itu terjadi mungkin di siang hari orang tua disibukkan pekerjaan. Kesempatan untuk membeli keperluan sekolah anak-anak terkonsentrasi malam hari. Karena itu, diimbau, sempatkan siang hari untuk bertandang ke toko memenuhi kebutuhan sekolah anak-anak. Dijamin tidak berdesakan.
TOKO BUKU penuh pembeli pada suatu malam menjelang masuk sekolah
Sebagian besar orang tua tidak sendiri ketika membeli keperluan sekolah anaknya. Mereka mengajak putra-putrinya. Di toko buku, sepatu, tas, dan perkakas sekolah bagi anak, akan dijumpai banyak orang tua dan anak. Salah seorang pembeli yang sempat ditemui Coretan Sungkowoastro mengaku tidak betah di dalam toko karena toko penuh sesak. “Aku hampir muntah, Pak, banyak orang di dalam,” katanya, selanjutkan berkata, hendak mencari toko yang agak longgar.

Karena sesaknya pembeli, mungkin yang panen tidak hanya toko, tukang parkir juga menuai hasil yang melimpah. Seperti yang diakui salah seorang tukang parkir di depan toko sepatu di seberang jalan salah satu sisi Alun-alun Simpang Tujuh, Kudus. “Ya, Pak, hasilnya banyak, berbeda dengan hari-hari biasa,” katanya ketika Coretan Sungkowoastro menanyakan perihal ramainya pemarkir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""