Selasa, 10 Juli 2012

SMP 1 Jati, Kudus, Adakan Tes Seleksi Kelas Unggulan


SERIUS mengerjakan soal-soal dalam tes seleksi kelas unggulan
Untuk memberikan pelayanan pendidikan secara maksimal kepada masyarakat, ada berbagai cara yang ditempuh sekolah. Sesuai kebijakan sekolah masing-masing. Ada sekolah yang menginginkan adanya kelas unggulan. Sehingga perlu ada tes seleksi setelah pengumuman hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB). Seperti yang dilakukan SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), Senin (9/7). SMP yang berada di sebelah utara Museum Kretek, Jalan Getas Pejaten, Jati, itu mengadakan tes seleksi untuk kelas unggulan.

Dalam tes seleksi itu, calon peserta didik baru (CPDB) harus menyelesaikan soal enam mata pelajaran (mapel). Yaitu, mapel Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Umum, IPA, Matematika, dan TIK. Masing-masing mapel 20 soal. Jadi, keseluruhannya ada 120 soal, yang harus diselesaikan selama dua jam. Bentuk soalnya pilihan ganda. Soal-soal yang disajikan adalah soal-soal yang dibuat oleh tim guru SMP 1 Jati, Kudus, berdasarkan buku-buku SD.

Untuk menentukan CPDB masuk kelas unggulan melalui perankingan hasil tes seleksi. Dari 256 CPDB akan diambil 32 anak untuk memasuki kelas unggulan. Ranking 32 teratas otomatis masuk kelas unggulan. Dalam kelas unggulan nanti (harapannya) akan ditemukan anak-anak yang memiliki prestasi sedikit lebih tinggi dari yang lain. Tingkat prestasi anak yang relatif sama dalam satu kelas akan memudahkan sekolah dalam memberikan pelayanan pembelajaran secara maksimal. Karena, satu anak dengan anak lain memiliki kecepatan belajar yang relatif sama.
Dengan demikian diharapakan terjadi kompetisi belajar yang lebih baik. Anak-anak berlomba dalam meraih prestasi. Memiliki semangat belajar yang tinggi. Satu dengan yang lain saling memotivasi untuk giat belajar. Akan terjadi diskusi yang lebih hidup dalam pembelajaran. Sehingga pada akhirnya dijumpai anak-anak yang memiliki prestasi unggulan.
“Sekalipun ada kelas unggulan, anak-anak yang tergabung di dalamnya tidak dikenakan biaya khusus. Mereka tetap seperti anak-anak yang ada di kelas lainnya. Tidak ada beban biaya yang harus ditanggung,” begitu kata Marjono, S.Pd, Kepala SMP 1 Jati, Kudus, saat ditemui Coretan Sungkowoastro, di sela-sela kesibukannya mendampingi guru-guru dalam kegiatan terkait PPDB beberapa waktu lalu.

Anak-anak yang ada dalam kelas unggulan, tentu berkecenderungan berprestasi akademik yang lebih baik daripada anak di kelas lainnya. Sehingga sekolah akan lebih mudah menunjuk siswa sebagai wakil sekolah dalam lomba-lomba prestasi akademik antarsekolah. Sementara itu, di kelas-kelas lainnya mungkin akan ditemukan anak-anak berprestasi di bidang nonakademik, yang dapat mewakili sekolah dalam lomba-lomba prestasi nonakademik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""