Jumat, 06 Juli 2012

Temuan Saat Daftar Ulang


PERSIAPAN mendaftar ulang
Menyusul pengumuman hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) adalah tahap daftar ulang. Setiap calon peserta didik baru (CPDB) yang diterima diwajibkan mendaftar ulang di sekolah, tempat ia diterima. Di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), disediakan dua hari untuk daftar ulang, yakni Jumat (6/7) dan Sabtu (7/7). Berlaku untuk, khususnya, jenjang SMP dan SMA negeri, kecuali untuk rinstisan sekolah bertaraf internasional (RSBI), yang lebih dahulu telah melakukan penyeleksian CPDB dan daftar ulang.

Sekalipun daftar ulang disediakan dua hari, tetapi tampaknya di hari pertama banyak CPDB yang sudah mendaftar ulang. Waktu pendaftaran ulang yang dimulai sejak pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB sangatlah leluasa. Belum sampai pukul 12.00 WIB, CPDB yang mendaftar ulang (umumnya) sudah selesai dilayani. Hanya sebagian kecil CPDB yang belum mendaftar ulang. Dimungkinkan hari terakhir mereka mendaftar ulang.

CPDB yang tidak mendaftar ulang hingga batas waktu yang ditentukan, dianggap mengundurkan diri. Tentang ini, sehari sebelum waktu daftar ulang, yakni saat pengumuman hasil PPDB, sudah disampaikan kepada orang tua dan CPDB yang melihat pengumuman di sekolah. Mereka yang saat pengumuman hasil PPDB tidak datang ke sekolah (karena cukup melihat lewat jaringan internet) memang tidak mengerti. Akan tetapi, saat daftar ulang mereka mengerti. Kelompok ini sangat sedikit jumlahnya.
Suasana saat daftar ulang seperti suasana ketika pengumuman hasil PPDB. Untuk di tingkat SMP, seperti di SMP 1 Jati, Kudus, Jateng, banyak orang tua yang mendampingi anaknya. Hal ini wajar karena tentu orang tua tidak tega membiarkan sendiri anaknya yang tergolong masih kecil itu di sekolah baru. Toh sebagian banyak anak tentu minta didampingi orang tua.
Sebagian banyak anak saat daftar ulang di ruang kelas tidak didampingi orang tua. Mereka menghadap sendiri guru petugas daftar ulang. Menyerahkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mendaftar ulang. Di antaranya, surat pernyataan CPDB dan orang tua/wali murid yang sudah diisi dan ditandatangani. Surat pernyataan itu berisi data-data yang semestinya. Surat pernyataan CPDB berisi tentang data-data otentik CPDB. Surat pernyataan orang tua/wali murid  berisi data-data sebenarnya tentang orang tua/wali murid.

Data-data yang diisikan memang harus benar sekaligus jelas. Nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin,  pekerjaan orang tua, misalnya. Terkait dengan data pekerjaan orang tua, berdasarkan temuan Coretan Sungkowoastro di hari pertama daftar ulang, banyak yang kurang jelas dan kurang sesuai dengan aslinya, bahkan ada yang tidak diisi. Misalnya, antara swasta dan wiraswasta; buruh tani dan petani; bahkan (ini fakta) ada yang menuliskan “karyawan swasta” padahal memiliki dan mengelola warung makan sendiri. Alasanya, yang mengelola isterinya. Ia (sang bapak itu) mengaku hanya membantu. Yang terakhir ini, setelah dikomunikasikan dengan baik, isian data itu diubah menjadi “wiraswasta”.   
Terjadinya hal serupa itu diduga karena, pertama, orang tua memang kurang mengerti apa yang dikehendaki pihak sekolah; kedua, orang tua  khawatir kalau-kalau pihak sekolah memberi kewajiban “beban” banyak/besar. Padahal sesungguhnya sejak diberlakukan “sekolah gratis” oleh pemerintah, pihak sekolah (kecuali RSBI) tidak (serta-merta) memberi kewajiban “beban” kepada orang tua/wali murid.
Sekolah memerlukan data yang benar dan sesungguhnya di antaranya dikaitkan dengan “perhatian-perhatian khusus” sekolah terhadap orang tua dan peserta didik. Jangan sampai, misalnya, sekolah meminta atau memberi “bantuan” kurang tepat sasaran. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""