Rabu, 08 Agustus 2012

Peduli Siswa, Mi Instan Untuk Sesama



PEDULI siswa terhadap sesama lewat mi instan
Hari ini, Rabu (8/8) pagi, sebagian pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), didampingi beberapa guru mengadakan aksi kemanusian. Aksi kemanusiaan memberikan sumbangan mi instan di dua panti asuhan. Panti Asuhan Samsah, yang beralamat di Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus dan Panti Asuhan Nurul Janah, yang beralamat di Jalan Pramuka, Kudus. Kedua panti asuhan tersebut, masing-masing, membina lebih kurang 50 anak. Ada yang yatim/piatu/yatim-piatu, tetapi ada juga anak berayah-ibu dari keluarga miskin.
Mi instan yang disumbangkan itu berasal dari peserta didik kelas VII, yang dikumpulkan ketika masa orientasi peserta didik (MOPD) beberapa waktu lalu. Tiap-tiap peserta didik baru (peserta MOPD) diminta menyumbangkan empat bungkus mi instan. Kebiasaan demikian sudah berlangsung beberapa tahun lalu. Jadi, setiap tahun, di awal tahun pelajaran baru, OSIS SMP 1 Jati selalu memiliki program peduli kasih kepada sesama yang membutuhkan, dengan melibatkan peserta didik baru.
BERBAGI mi instan bagi beberapa siswa di sekolah
Mi instan yang disumbangkan tidak banyak jumlahnya. Tetapi, seberapa pun jumlahnya, tetap dibutuhkan keluarga panti asuhan. Toh ikhtiar kemanusiaan itu memiliki maksud lain yang baik. Yakni, anak-anak dikenalkan sikap peduli kepada sesama yang duafa. Sekalipun mungkin, di antara anak-anak sendiri, peserta didik baru itu, ada yang tergolong anak dari keluarga miskin. Tetapi mereka tidaklah salah (kalau)  tetap dikenalkan tentang sikap peduli kepada sesama, yang disadari atau tidak, akhir-akhir ini, nilai-nilai sosial kemusiaan itu mulai terabaikan. Kebiasaan tersebut, dengan demikian, menjadi pembelajaran positif bagi anak-anak.

Bagi mereka, memberikan sumbangan ke panti asuhan secara pribadi barangkali tidak mungkin. Tetapi, secara bersama-sama sangat mungkin. Karena, sejumlah barang (mi instan) yang terkumpul mencapai kelayakan untuk disumbangkan. Sumbangan bersama menjadi ringan karena ditanggung bersama. Dan, tentu memiliki nilai kepedulian yang sama, baik menyumbang sendiri maupun berjamaah.   

Oleh karena di sekolah dijumpai anak-anak dari keluarga kurang mampu, baik yatim/piatu/yatim piatu maupun berayah-ibu, sebagian mi instan yang terkumpul itu, dibagikan juga kepada mereka. Ada 30 anak dari keluarga kurang mampu kelas VII dan VIII yang menerima aksi peduli kasih.  “Jangan dilihat barang yang jumlahnya tidak banyak itu, tetapi nilai perhatian/kepedulian. Anak-anak pun tidak usah malu menerima sumbangan, sebab Tuhan memang menciptakan umat-Nya berlain-lainan, ada yang mampu ada kurang mampu. Yang penting bersyukur menerima kehendak Tuhan, apalagi saat ini bertepatan dengan bulan Puasa,”  kata Hj. Samini, S.Pd., selaku Urusan Kesiswaan, di depan mereka sesaat sebelum menyerahkan sumbangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""