Rabu, 16 Januari 2013

Sekolah Mulai Mengadakan Ujicoba UN


SERIUS: Peserta didik sedang mengerjakan soal ujicoba UN secara serius..

Menjelang ujian nasional (UN), sekolah telah mengadakan berbagai persiapan. Dari mempersiapkan guru-guru yang mengampu mata pelajaran (mapel) yang di-UN-kan, mengadakan bedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL), menyediakan buku-buku panduan dan prediksi UN, motivasi mental, sampai mengadakan ujicoba UN.

Ujicoba UN dimaksudkan untuk mengenalkan peserta didik lebih dekat dengan suasana UN. Melalui ujicoba tersebut, mereka (lebih-lebih yang berasal dari SD) dikenalkan pada cara pengisian lembar jawab komputer (LJK), bentuk soal, paket soal, dan sebagainya yang bersentuhan dengan UN.

Pada ujicoba pasti akan dijumpai berbagai kesalahan. Di antaranya, pengisian data diri peserta, nomor paket soal, nama mapel, dan cara mengarsir LJK. Namun, kesalahan-kesalahan tersebut harapannya ketika UN tidak  terjadi. Karena, pembetulan-pembetulan dan pembiasaan telah dilakukan saat ujicoba tersebut.

Itulah sebabnya, umumnya sekolah mengadakan ujicoba UN tidak sekali. Sekolah dapat saja mengadakan beberapa kali sesuai dengan kesiapan sekolah. Beberapa sekolah mengadakan ujicoba UN secara bertahap. Dari soal-soal yang dibuat oleh guru sendiri, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) kabupaten, sampai kerja sama dengan penerbit atau lembaga bimbingan belajar (bimbel). Soal-soal yang dibuat berdasarkan SKL.

Beberapa sekolah bahkan menggunakan ujicoba UN itu untuk membentuk kelas-kelas belajar khusus. Misalnya, dibentuk kelas kompetitif. Suasana kompetisi belajar di kelas lebih dhidupkan. Kelas tersebut dibentuk berdasarkan nilai hasil ujicoba UN peserta didik. Dengan begitu, guru lebih leluasa mencari bentuk mengajar yang sesuai dengan rata-rata kemampuan peserta didik. Dengan begitu, harapannya, tingkat penyerapan materi peserta didik lebih optimal. Sehingga, siap menghadapi UN.

1 komentar:

""