Minggu, 03 Februari 2013

Membantu Anak yang Tak Menyerahkan Tagihan (karena Waktu Berproses)



BERPROSES: Anak-anak sedang membaca naskah drama sebelun dipentaskan.
Anak didik saya yang satu ini mengaku bahwa tidak dapat menyelesaikan tagihan karena masih ada tiga soal yang belum terjawab. Dikatakannya, tiga soal tersebut pada nomor yang berjauhan, tidak urut. Maka, tersimpullah dalam pikiran saya bahwa anak tersebut telah mengerjakan melalui proses yang sebenarnya.



Kalau pada akhirnya masih ada tiga nomor belum terselesaikan, itu wajar. Sebab, dari awal sudah saya katakan kepada semua anak didik saya agar ketika mengerjakan tugas/pekerjaan tetap menjaga diri, tidak boleh bekerja sama. Imbauan saya sangat ditaatinya. Sehingga, sekalipun masih ada tugas yang belum selesai, ia tidak mau bertanya (paling tidak) kepada teman untuk mendapat bantuan jawaban. Hingga waktu hasil pekerjaan harus dibahas, tiga tugas masih kosong.



Imbauan saya mengenai  tidak boleh bekerja sama sebetulnya amat berguna, baik bagi anak didik maupun saya. Karena, imbauan itu bertujuan agar nantinya diperoleh data/bukti yang otentik mengenai kompetensi anak didik.  Melalui anak mengerjakan sendiri tugas/pekerjaan didapat hasil yang mencerminkan kemampuannya. Dengan demikian, saya (sebagai guru) akan tertolong memusatkan perhatian kepada anak dan materi secara khusus, yang pada akhirnya diperoleh proses dan hasil yang maksimal dalam pembelajaran.


Kembali pada anak didik saya yang satu ini. Saya katakan di depan teman-temannya bahwa apa yang telah dilakukan sangat baik. Sekalipun ada tiga tugas belum terselesaikan, ia telah melakukan proses yang terbaik. Dalam berproses memang tidak selalu mulus. Ada kendala-kendala itu wajar. Dan, dalam proses itulah sebenarnya diperoleh pengalaman. Pengalaman meraih sesuatu tidak semudah orang membalik telapak tangan.


Akan tetapi, tidak mudah bukan berarti tidak ada jalan. Ada jalan yang benar untuk memeroleh jawaban. Kalau tadi saya katakan tidak boleh bekerja sama, itu memang ya, karena ingin didapat hasil sesuai kemampuan anak. Tetapi diskusi dengan teman sebagai langkah berikutnya sangat dianjurkan. Yakni, mendiskusikan tugas/pekerjaan yang belum terjawab, tentunya. Diskusi merupakan proses belajar yang penting untuk dilakukan. Karena melalui diskusi membentuk sikap di antaranya peduli, kerja sama,  lincah berbicara, dan kepercayaan diri.


Yang saya tekankan kepada anak didik saya adalah melakukan proses yang sebenarnya. Apa pun persoalan/tugas/pekerjaan yang diberikan harus dilakukan melalui proses dengan setia untuk mendapatkan hasil. Tidak potong kompas begitu saja, memeroleh hasil secara tiba-tiba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""