Senin, 04 Februari 2013

Membantu Anak yang Tak Menyerahkan Tagihan (karena Tak Ada Kesempatan?)




TEKUN: Membaca materi ajar secara tekun.
Anak didik saya yang ini harus dibukakan pikirannya. Sebab, ia tidak dapat menyelesaikan tagihan meskipun sebetulnya ada kesempatan, tetapi kesempatan itu tidak dimanfaatkan. Pikirannya masih tertutup terhadap apa yang dihadapi. Membantu membuka pikirannya barangkali akan lebih baik ke depannya.

Betapa tidak. Ketika ia diajak oleh orang tuanya bersilahturahmi ke rumah saudara, dipahaminya tidak ada kesempatan untuk mengerjakan tugas/pekerjaan. Padahal diakuinya, ketika itu ia tidak turut berperan dalam acara yang diadakan orang tuanya dengan saudaranya itu. Artinya ia memiliki kesempatan untuk beraktivitas sendiri.

Perihal yang dihadapi itu kemudian saya mintakan pendapat kepada teman di kelasnya. Apa yang harus dilakukannya sehingga tugas/pekerjaan dari guru dapat dikerjakan? Sebagian anak didik saya memberi jawaban, membawa buku saat bersilahturahmi ke rumah saudara. Ini menunjukkan bahwa ada beberapa anak didik saya yang berpikir lebih dewasa.

Ya, memanfaatkan waktu untuk beraktivitas berkenaan dengan kepentingan sendiri manakala orang tua sedang sibuk urusan dengan saudara. Bukan berarti harus memisahkan diri dengan saudara sepupu. Bahkan, bukan mustahil bisa belajar bersama. Ini tentu kesempatan yang jarang dijumpai. Ketika bertemu dengan saudara sebaya akan lebh mengasyikkan jika tidak hanya bermain, tetapi juga belajar bersama dan berbagi pikiran. Ini justru sesuai pepatah yang berbunyi “sekali mendayung dua tuga terlampaui”. Tidak hanya dapat belajar bersama, tetapi juga bisa bersilahturahmi.

Yang penting bagi saya dalam konteks ini adalah anak lain dapat memberi masukan kepada anak yang memiliki persoalan. Kadang-kadang memang secara spontan kita jumpai anak didik yang berpikir lebih dewasa ketimbang yang lain. Maka peluang berpendapat perlu dibuka lebar-lebar bagi anak didik. Sehingga, kita tidak harus memonopoli memberi nasihat. Nasihat dapat datang dari teman sendiri. Dan, ini baragkali memiliki daya saktI lebih ampuh ketimbang nasihat kita sehingga dimungkinkan membawa perubahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""