Jumat, 29 Maret 2013

Suasana Nyaman dalam Keluarga, Dukung Anak Hadapi Ujian


Bunga plastik dalam guci tetap membangun suasana nyaman

Suasana segar dalam keluarga perlu diciptakan. Antaranggota keluarga tidak memancing adanya persoalan yang meruncing ke keributan. Itulah sebabnya satu persatu harus menjaga diri. Mengendalikan diri untuk tidak berbicara kasar, berperilaku tidak baik (menyinggung perasaan), misalnya. Dalam hal ini peran orang tua amat menentukan.

Orang tua dapat menjadi teladan bagi anak-anak dalam membangun suasana nyaman keluarga. Bahkan orang tua pun harus dapat mengeliminasi persoalan-persoalan yang kelihatannya sederhana yang boleh jadi dimulai dari anak. Biasanya si kecil yang memulai persoalan-persoalan itu ada, mengganggu kakaknya yang sedang belajar, mengklaim milik kakaknya menjadi miliknya, misalnya.  Hal demikian segera diselesaikan orang tua. Jangan sampai terlanjur membesar, yang dapat mengakibatkan kekurangnyamanan suasana.

Suasana kurang nyaman dalam keluarga dapat menjadi “neraka” bagi anak-anak, yang di antaranya mengganggu konsentrasi belajar. Sebaliknya, suasana nyaman dalam keluarga dipastikan memberi kontribusi positif bagi anak dalam belajar. Anak-anak yang saat ini menghadapi ujian perlu didukung melalui penciptaan suasana keluarga nyaman dan damai.

Suasana demikian membantu anak-anak tidak merasa terbeban dalam menghadapi ujian. Karena, mereka menemukan suasana belajar yang baik. Mereka akan betah belajar. Mungkin, yang biasanya belajar hanya beberapa menit sudah merasa tak nyaman, oleh karena suasananya menyenangkan, mereka bisa belajar hingga bermenit-menit bahkan berjam-jam. Karena dalam suasana hati yang sejahtera, dipastikan pula materi yang dipelajari mudah masuk dalam pikiran mereka. Kondisi ini tentu mengantarkan mereka tetap dalam hati suka cita menghadapi ujian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""