Sabtu, 27 Juli 2013

Menarik, Bacaan di Koran Sampul Buku untuk Sumber Belajar



Koran sampul buku, yang sekaligus sebagai sumber belajar.
Di awal semester pertama kelas VII belajar tentang Menyimak Pembacaan Berita, mata pelajaran (mapel) Bahasa Indonesia. Dan, sangat menarik karena sekalipun anak-anak tidak dianjurkan membawa lembaran koran yang di dalamnya ada teks-teks berita, di sampul-sampul buku mereka banyak teks berita yang dapat digunakan sebagai sumber belajar.

Sekalipun pada sampul-sampul buku mereka ada gambar yang inspiratif, dijumpai juga banyak tulisan, yang di antaranya teks-teks berita. Justru karena dalam satu kelas banyak anak, akan banyak ditemukan teks berita yang variatif, baik dari sisi panjang-pendeknya maupun tema berita. Kalau ingin memilih sangat terbuka kemungkinan. Pilih teks berita yang pendek atau panjang. Pilih teks berita yang mengangkat berita lingkungan, sekolah, atau pembangunan proyek, misalnya. Guru begitu bebas memilih.

Sangat efektif karena anak-anak tidak perlu membawa lembar-lembar koran yang lebar-lebar dan melipat-lipatnya agar dapat dimasukkan ke dalam tas mereka. Cukup membawa buku, sudah dapat ditemukan banyak teks berita dalam sampulnya. Bukankah itu serupa peribahasa “sekali mendayung dua, tiga terlampaui”? Membawa satu buku sekaligus membawa teks-teks berita. Sangat efektif bukan?

Lebih menguntungkan juga karena dengan demikian kelas tidak kotor oleh koran yang dibawa anak, misalnya.  Kelas akan tetap bersih sekalipun anak-anak beraktivitas belajar memanfaatkan koran. Karena buku-buku mereka yang bersampul kertas koran tentu akan disimpan dengan baik dan dimasukkan tas jika aktivitas belajar usai. Tidak ditinggal sembarangan di atas meja atau kursi mereka.

Terkait dengan model belajar pun dapat menyenangkan dan menjangkau semua anak. Guru dapat meminjam buku anak dengan cara berganti-ganti. Sekarang anak ini, berikutnya anak itu, selanjutnya anak yang duduk di sini, kemudian anak yang duduk di sana. Teks berita yang ada di buku-buku itu dibaca secara bergantian jika ingin mengetahui sejauh mana anak telah menguasai materi Menyimak Pembacaan Berita itu.

Bahkan, anak satu dengan anak yang lain dapat saling menguji kemampuan menyimak pembacaan berita. Misalnya, anak yang satu membaca teks berita, yang lainya menyimak sekaligus menjawab pertanyaan yang diajukan anak yang membaca. Begitu sebaliknya. Sehingga, di samping proses pembelajarannya menyenangkan, efektif, pun menjangkau semua anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""