Jumat, 26 Juli 2013

Sampul dari Koran Bekas, Hemat, Kreatif yang Inspiratif



Sebuah lembar kertas koran dapat untuk sampul buku.
Akhir-akhir ini harga kebutuhan pokok tinggi melangit. Tidak semua orang dapat mencukupi kebutuhan pokok mereka setiap harinya. Mereka harus berhemat, yang penting masih dapat bertahan. Kalau kebutuhan pokok saja sulit dipenuhi, bagaimana lagi dengan kebutuhan-kebutuhan yang tidak pokok. Tentu kurang mendapat tempat dalam pikiran.

Padahal, untuk memenuhinya bisa, sekalipun tidak memerlukan biaya tinggi. Buku, misalnya, yang di awal tahun pelajaran baru ini menjadi barang berharga di tangan anak, tidak harus tanpa sampul. Buku tersebut dapat disampuli dengan kertas koran yang sudah habis dibaca.  Kertas koran bekas dibaca itu tidak lantas diloakkan atau dibuang begitu saja. Ia dapat dimanfaatkan untuk membuat tampilan buku lebih menarik, tanpa harus keluar biaya. Hemat, tetapi segi kemanfaatannya tidak dapat diabaikan.

Kalau pun masih keluar biaya, tentu tidaklah mahal. Paling-paling membeli sampul plastik untuk melengkapinya, sebagai penutup, agar tidak mudah lucek karena sering dipegang. Kalau hanya kertas koran saja, tentu mudah lucek dan cepat sobek. Tetapi jika dibungkus sampul plastik lebih awet.

Untuk memberi label identitas, cukup menggunakan kertas buku saja dipotong menyerupai kertas label yang djual di toko-toko. Ukuran dan bentuknya menurut selera pribadi anak. Justru di sinilah menumbuhkan nilai-nilai kreatif pada diri anak.

Hanya, anak memang harus diarahkan ketika memilih lembar koran yang akan digunakan untuk sampul. Diminta memilih lembar koran yang memuat gambar-gambar inspiratif.  Maksudnya, gambar yang ada di dalamnya itu mampu menggugah perasaan senang, semangat, menghargai, menghormati, takjub, bersyukur, dan lainnya agar selalu memunculkan nilai-nilai kehidupan yang berguna. Tidak hanya berguna bagi anak sendiri, tetapi orang lain juga.
Gambar-gambar yang inspiratif, di antaranya gambar hamparan ladang, sawah, padang, perkebunan, binatang, angkasa, gunung, pantai, bangunan-bangunan (kuno), permukiman, dan sejenisnya. Hindari gambar-gambar yang tidak inspiratif, misalnya, gambar korban bencana alam,  kecelakaan, kebakaran, pertengkaran, pengejaran terhadap penjahat, dan sejenisnya, termasuk iklan-iklan yang menunjukkan keglamouran hidup.
Upaya ini menjadi berarti, lebih-lebih saat ini banyak biaya yang harus tersedot ke kebutuhan-kebutuhan pokok, yang tidak ada alternatif lain untuk dapat mencukupinya. Menyampuli buku dengan kertas koran sebagai salah satu siasat yang menarik karena di samping hemat juga dapat membangun sikap kreatif yang inspiratif. Siapa memulai?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""