Kamis, 25 Juli 2013

Tumbuhkan Sikap Empati Anak



Kepala Sekolah, Purwanto, S.Pd. memberikan santunan kepada salah satu anak.

Menumbuhkan sikap empati anak tidak perlu ditunda-tunda. Ada kesempatan baik, segeralah sikap itu disulut. Di mana dan kapan saja. Itulah yang ditempuh OSIS SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah (Jateng), saat masa orientasi peserta didik (MOPD) baru dilaksanakan (15 s.d.17/7) lalu.



Peserta MOPD, yang masih berseragam merah-putih, itu diminta untuk mengumpulkan mie instan, gula, bawang merah-putih, buku, pensil, dan polpen. Masing-masing peserta diwajibkan membawa seperangkat barang itu.  Jumlahnya untuk tiap peserta tidak banyak. Pengurus OSIS bekerja sama dengan kesiswaan telah memutuskan jangan sampai memberatkan peserta. Sebab tidak semua peserta anak orang mampu.


“Namun demikian, semua peserta MOPD harus diwajibkan membawa. Untuk melatih mereka memiliki jiwa peduli, kok. Semua memiliki peran yang sama untuk memerhatikan sesama yang membutuhkan. Tidak harus yang dipandang kurang mampu dibiarkan tidak ambil bagian. Sebab, bukan tidak mungkin mereka malah lebih berempati,” kata Urusan Kesiswaan, Hj. Samini, S,Pd. di sela-sela memberi pengarahan pengurus OSIS.


Seperangkat barang itu tidak dibawa dalam sehari saat MOPD, tetapi dibawa secara bergilir. Di hari pertama MOPD, peserta diminta membawa mie instan dan buku. Di hari berikutnya juga dengan cara yang sama peserta diminta membawa barang lain yang ditentukan. Hal itu dilakukan sampai pada hari ketiga, saat MOPD usai. Semua barang yang telah ditentukan lengkap dibawa. Jadi, dengan demikian, peserta lebih ringan dan praktis membawa barang. Cukup dimasukkan tas/plastik kresek, semua beres.

 
Salah satu pengurus OSIS menyampaikan bantuan kepada salah seorang anak.

Dari kelas-kelas, tempat peserta MOPD menerima materi, pengurus OSIS secara bergotong royong mengambil barang-barang itu. Dikumpulkan dalam satu ruang untuk selanjutnya dikelola. Jumlah yang ada setelah terkumpul, sangat banyak. Pengurus OSIS dengan bimbingan kesiswaan menentukan sasaran penyaluran barang-barang itu. Hanya  kepada orang-orang yang berhak menerima, misalnya panti asuhan, anak yatim/piatu, barang-barang itu disalurkan.


Seperti pagi ini, Kamis (25/7), beberapa peserta didik SMP 1 Jati, yang dipandang kurang mampu diberi bantuan. Mereka terdiri atas peserta didik kelas 7, 8, dan 9. Untuk memastikan tepat sasaran kepada peserta didik yang seharusnya, wali kelas memberikan data kepada OSIS tentang anak-anak yang layak disantuni. Mereka kebanyakan anak yatim, piatu, atau yatim-piatu yang kurang beruntung dalam  hal perekonomian keluarga. Ya, semoga mereka juga merasa beruntung di bulan Ramadan ini lewat sesama yang sudah beruntung.

1 komentar:

""