Sabtu, 08 Februari 2014

Gerimis pun, Anak-anak Antusias Berolahraga



Anak-anak antusias berolahraga di lapangan sekolah sekalipun hujan.
Hujan yang lama mengguyur Kudus berdampak pada kegiatan olahraga anak-anak di sekolah tersendat. Sekalipun lapangan sudah dibeton, tetapi ketika curah hujan tinggi, lapangan tergenang oleh air. Hal yang sama terjadi juga di lapangan berumput, malah lebih parah. Kondisi itu tidak memungkinkan aktivitas praktik olahraga diberlakukan di lapangan terbuka. Hal yang sama barangkali terjadi di tempat lain, kecuali sekolah memiliki lapangan tertutup.

Jadi, selama beberapa minggu, praktis anak-anak belajar di ruang kelas. Mata pelajaran (mapel) Olahraga yang bersifat teori, mau tidak mau, diberlakukan sekalipun pembelajaran demikian kurang bisa diterima anak-anak. Dalam kondisi darurat, kegiatan pembelajaran yang kurang umum pun dapat saja dilakukan, yang penting anak-anak tidak nganggur.

Sebab, membiarkan anak-anak tidak beraktivitas secara terkontrol sangat membahayakan. Bisa-bisa mereka justru menciptakan kegiatan-kegiatan yang kurang membangun. Dalam kerumunan anak tanpa pendampingan, dapat memancing persoalan. Bukan mustahil akhirnya terjadi percekcokan dan perbuatan tak layak lainnya.


Karena lamanya tidak praktik berolahraga, begitu keadaan tidak hujan deras, anak-anak langsung turun ke lapangan. Sekalipun gerimis, mereka tampak riang berolahraga di lapangan. Padahal kondisi itu membuat mereka basah kuyub. Akan tetapi, tak terlihat satu pun anak yang berteduh. Semua berada di tengah lapangan, penuh semangat bergerak badan, berlari, merunduk, meloncat, memainkan bola.



Baik anak wanita maupun laki-laki sama-sama menikmati olahraga yang telah lama dinanti itu. Di tengah gerimis itu, mereka begitu terlihat antusias, seolah-olah tidak ada yang merintangi. Guyuran air hujan yang membasahi seragam olahraga dan tubuh mereka tidak menjadi perintang. Bahkan, jika dibandingkan dengan ketika di musim kemarau, justru semangat olahraga mereka lebih berkobar. Ya, mereka seakan meluapkan semua kerinduannya dalam berolahraga!   

Andai kerinduan anak semacam itu melekat juga pada mapel lain, betapa indahnya setiap pembelajaran yang berlangsung di sekolah. Anak-anak tidak pernah mengeluh sekalipun menghadapi berbagai kesulitan belajar. Mereka tetap antusias dalam menghadapinya. Bahkan, selalu aktif seaktif berolahraga ketika memecahkan persoalan dalam pembelajaran mapel apa pun, tak mau menyerah walau penuh tantangan. Ya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""