Selasa, 11 Februari 2014

SMP/MTs Kabupaten Kudus Gelar LUN Bersama 2014



Peserta LUN Bersama 2014 sedang serius menyelesaikan soal.
Untuk memperoleh hasil optimal dalam suatu kegiatan, lazimnya didahului dengan kegiatan serupa sebagai latihan. Latihan yang diadakan sedapat mungkin dikemas sama dengan kegiatan yang sesungguhnya. Materi, tata tertib, dan perangkat lainnya yang turut mendukung diupayakan mirip dengan yang sesungguhnya. Dengan demikian, target yang diharapkan teraih pada kegiatan yang sesungguhnya,bisa terwujud.



Pemikiran ini yang melatarbelakangi digelarnya latihan ujian nasional (LUN) Bersama 2014 SMP/MTs se-Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng). Kegiatan yang diperuntukkan peserta didik SMP/MTs kelas terakhir, baik swasta maupun negeri di lingkungan Kabupaten Kudus, itu berlangsung sejak Senin (10/2) hingga Kamis (13/2). Kegiatan tersebut difasilitasi oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kabupaten Kudus.



Agar nuansa UN 2014 benar-benar terasa, setiap hari peserta didik dihadapkan pada satu mata pelajaran (mapel). Hari pertama, mapel Bahasa Indonesia; kedua, Matematika; ketiga, Bahasa Inggris dan keempat, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Masing-masing mapel disediakan waktu dua jam dan setiap harinya dimulai pukul 07.30 sampai dengan 09.30 WIB.



Di samping itu, soal setiap mapel dibuat lima variasi. Variasi A, B, C, D, dan E, yang benar-benar berbeda. Hal itu dimaksudkan untuk memperkecil kemungkinan anak-anak saling menyontek. Dampaknya, mau tidak mau, peserta didik harus mempersiapkan diri, giat belajar sejak jauh-jauh hari.


Untuk menjawab soal-soal LUN Bersama ini, peserta menggunakan lembar jawab komputer (LJK), yang harus memakai pensil 2B seperti yang disyaratkan dalam UN. LJK dikemas mirip dengan LJK dalam UN. Jadi, peserta harus mengisi secara rinci dan hati-hati. “Sekaligus ini memahamkan kepada peserta bagaimana seharusnya menggunakan LJK yang sesungguhnya sehingga kesalahan dalam pengisian LJK UN kelak dapat diminimalisasi,” kata Purwanto, S.Pd., Kepala SMP 1 Jati, Kudus, saat memberi pengarahan kepada para guru, sebagai pengawas, menjelang LUN Bersama dilaksanakan, di sekolahnya, Senin (10/2).


Pengoreksian digital LJK dilakukan secara terpusat, yang juga di bawah kendali MKKS. Dengan demikian, setiap hari selama LUN berlangsung, sekolah-sekolah penyelenggara mengirimkan LJK tertutup amplop kepada panitia kabupaten (MKKS) sehabis kegiatan. Hasil LUN akan diumumkan secara serentak, melalui sekolah-sekolah penyelenggara.



LUN Bersama 2014 SMP/MTs se-Kabupaten Kudus yang difasilitasi oleh MKKS, ini di samping  pengawasannya dilakukan gurunya sendiri juga hanya digelar satu kali. Akan tetapi, secara mandiri, umumnya sekolah-sekolah juga mengadakan LUN sendiri. Ada sekolah yang melaksanakan dua sampai tiga kali sebelum UN 2014 dilaksanakan.



Hanya, selama LUN mandiri dilaksanakan, setiap selesai pelaksanannya, anak-anak masih mengikuti proses pembelajaran seperti hari-hari efektif. Demikian juga yang diberlakukan untuk kelas VII dan VIII. Berbeda dengan ketika LUN Bersama 2014 (yang difasilitasi MKKS) berlangsung, kelas VII dan VIII praktis belajar di rumah. Sementara itu, kelas IX setelah mengikutinya pun dibebaskan dari kegiatan pembelajaran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""