Kamis, 16 Juli 2015

Lebaran Tiba Tak Perlu Unjung di Rumah Guru, di Sekolah Saja




Halal bil halal di sekolah bagi keluarga besar SMP 1 Jati, Kudus, Jawa Tengah
            Anak-anak saat lebaran, dari tahun ke tahun, mungkin juga di lebaran tahun ini, tetap menjunjung  tradisi. Tradisi berunjung ke rumah guru. Anak-anak seperti kurang mantap jika saat lebaran tidak berunjung kepada gurunya. Maka, pada lebaran yang sudah-sudah di rumah guru sering ramai diunjungi anak-anak. Tidak pada hari lebaran persis, tetapi pada hari-hari berikutnya. Mereka menyadari bahwa di persisnya hari lebaran guru pasti disibukkan dengan acara khusus keluarga dan kerabat dekat. Pun anak-anak melakukan hal sama, mereka memanfaatkan persis di hari lebaran untuk acara keluarga.

            Maka,  mereka berunjung pasti jauh setelah hari lebaran (H –sekian), tentu ketika sekolah masih libur. Mereka sering berbarengan dengan banyak teman alias rombongan. Kebiasaan ramai-ramai mengendarai motor masih menjadi tren di kalangan pelajar berunjung ke rumah guru. Padahal, melihat keramaian di jalan, sangatlah mengkhawatirkan.

            Akan tetapi, justru kondisi jalan ramai itu menjadi kesukaan anak-anak. Mereka dapat menunjukkan diri kepada banyak orang. Sehingga sering mereka kurang kontrol diri ketika sedang bermotor di jalan. Semangat kebersamaan semakin mendorong mereka bermotor seenaknya, ngebut, zik-zak, atau bertingkah yang lainnya sembari saling berbicara sangat membahayakan di jalan. Tidak hanya berbahaya bagi diri sendiri, tetapi juga orang lain. Karena bukan tidak mungkin, minimnya kontrol diri saat bermotor  dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

            Apalagi pemakai jalan lain sering juga ngebut jika situasi jalan agak lengang. Kondisi ini dapat juga menjadi penyebab kecelakaan. Artinya, sekalipun (katakan) anak-anak sudah berhati-hati, tetapi bahaya dapat saja mengancam akibat pemakai jalan lain yang abai.

            Oleh karena itu, alangkah baiknya jika anak-anak tidak unjung ke rumah guru secara berombongan naik motor. Anak-anak dapat bertemu guru di sekolah saat masuk sekolah setelah libur lebaran. Toh lazimnya sekolah mengadakan acara halal bil halal. Acara tersebut sudah menjadi tradisi sekolah. Halal bil halal keluarga besar sekolah, yakni untuk kepala sekolah, guru, karyawan, dan anak-anak .

            Nilai saling mengucapkan selamat hari lebaran dan minta maaf saat halal bil halal di sekolah tidaklah rendah jika dibandingkan dengan unjung ke rumah guru. Justru jika di sekolah saat masuk, anak-anak dapat bertemu dengan semua guru. Tidak perlu ada waktu khusus berunjung ke rumah guru. Masuk sekolah sekaligus dapat bersilahturahim dengan guru bahkan karyawan sekolah.

            Di samping itu, kenyamanan dan keamanan dapat diraih. Sebab, anak-anak saat bersekolah lebih banyak yang menaiki sepeda, bukan motor. Bahkan, ada juga yang diantar oleh orangtua. Dengan demikian, semua pihak akan merasakan sejahtera di hari lebaran.
            Kalau toh tak dapat menahan keinginan berunjung ke rumah guru, cukup mengendarai sepeda atau rombongan naik angkutan. Cara itu lebih agak aman ketimbang mengendarai motor secara berombongan. Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi yang merayakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""