Kamis, 04 Agustus 2016

Kegiatan Agustusan Membangun Karakter Anak



SEMANGAT: Anak-anak berlatih baris-berbaris penuh semangat.
Setiap memasuki Agustus, hampir di semua tempat di Indonesia diwarnai nuansa nasionalisme dan semangat patriotik. Di jalan-jalan banyak dijumpai pernik-pernik agustusan. Di tataran RT, RW, dan pusat-pusat desa, kecamatan, kabupaten/kota, hingga tataran yang lebih tinggi disibukkan dengan berbagai persiapan meramaikan tujuh belasan. Kesibukan itu melibatkan banyak orang dari beragam usia. Mulai kanak-kanak hingga dewasa.

Di sekolah-sekolah, misalnya, anak-anak sudah disibukkan dengan latihan gerak jalan, defile, upacara,dan persiapan lomba lainnya. Kegiatan-kegiatan itu mengarah pada pembentukan sikap nasionalisme dan patriotik. Sikap-sikap yang dahulu mendarah daging pada diri para pahlawan bangsa. Sikap yang semestinya terus dikobarkan hingga saat ini.

Sekalipun hanya sebatas melibatkan anak-anak dalam kegiatan gerak jalan, defile, upacara, dan kegiatan-kegiatan lomba peringatan kemerdekaan RI, itu sudah merupakan pembangunan karakter anak bangsa. Setidak-tidaknya mereka ikut menghayati semangat kepahlawanan.
Oleh karena itu, sudah sewajarnya semua pihak mendukung keterlibatan anak-anak dalam kegiatan tujuh belasan. Orangtua turut mendorong anak-anaknya terlibat secara sungguh-sungguh. Bahkan, jika putra-putrinya sudah terlibat, terus dimotivasi dengan diberi kemudahan-kemudahan sehingga tumbuh rasa semangat dan giat dalam berbagai aktivitas memasuki peringatan hari kemerdekaan.

Aktivitas persiapan agustusan memang memakan banyak waktu. Pagi dan sore, umumnya, ada kegiatan latihan. Sehingga anak-anak harus belajar membagi waktu. Kapan harus istirahat, belajar, dan berlatih. Dalam hal ini, kita (yang dewasa) harus memberi bantuan, baik material, moral, maupun spiritual.

Karena dengan begitu, anak-anak merasa diperhatikan. Sehingga seberat/sesulit apa pun aktivitas yang dijalani, mereka akan menjalaninya dengan semangat. Daya juang anak-anak tetap tumbuh secara baik. Kenyataan ini yang memang harus menjadi fokus perhatian kita karena daya juang generasi remaja-pemuda pada umumnya, kini, telah terkikis oleh waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""