Rabu, 10 Agustus 2016

Mendampingi Anak Belajar


ASYIK: Si bungsu sedang asyik belajar.
Menunggu anak belajar, diakui atau tidak, menjadi idaman semua orangtua. Tetapi, sering-sering dambaan itu tidak kesampaian. Karena setiba di rumah, sewaktu anak-anak belajar, badan sudah letih semua karena bekerja seharian. Maka, yang teralami adalah tertidur sewaktu anak-anak asyik belajar.

Beruntung bagi orangtua yang tidak sibuk bekerja. Orangtua yang bekerja tapi pulang siang, masih ada waktu untuk mendampingi anak-anak belajar kala malam. Sebab, sepulang bekerja, masih ada waktu untuk beristirahat. Petang hingga malam kondisi badan segar bugar. Sehingga sangat  mungkin meluangkan waktu untuk memotivasi si buah hati belajar.
Namun ada juga orangtua yang super sibuk masih dapat mengusahakan waktu untuk menyemangati anaknya belajar. Karena mereka menyadari betul bahwa kehadirannya di saat anaknya sedang belajar, memberi dukungan berarti. Ketika anak mengalami kesulitan, misalnya, mereka dapat membantu. Setidak-tidaknya menghibur. Sehingga anak masih memiliki semangat (belajar) meski menghadapi kesulitan.

Dan bukan mustahil anak yang mengalami kesulitan akhirnya menemukan kemudahan. Itulah keajaiban. Pendampingan orangtua dapat mendatangkan mujizat bagi anak.Belajar jadi mudah. Ini bukan berarti kalau ada tugas atau pekerjaan rumah (PR), orangtua yang mengerjakan.Orangtua sebatas sebagai motivator dan fasilitator.Mendorong dan menyediakan kemudahan-kemudahan bagi anak. Sehingga proses belajar yang dijalani anak mengantarnya pada kebisaan.

Menyadari begitu besar manfaat pendampingan orangtua terhadap anak saat belajar, maka saya yang selama ini kurang rutin mendampingi anak belajar, harus mau berubah. Mau mendampingi si bungsu secara rutin kala belajar.Ya si bungsu karena kakaknya kuliah di luar kota. Tentu tidak mungkin setiap hari. Sebab, ada saatnya orang memiliki acara penting dan mendesak. Oleh karena itu,pembagian tugas antara ibu dan bapak, atau saudara serumah yang sudah dewasa, layak untuk dilakukan. Dengan begitu, ketika anak sedang belajar selalu ada pendampingnya.
Hal ini selaras dengan program mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anis Baswedan, yang mengharuskan orangtua mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah. Ini upaya kultural, bukan politik, yang harus didukung berbagai pihak. Sebab, di dalamnya sebenarnya terkandung komitmen yang serius.Tidak hanya sekadar mengantar anak di hari pertama masuk sekolah. Tidak hanya sebatas itu. Tetapi, hendak menumbuhkan semangat orangtua Indonesia senantiasa ada di sisi anak-anaknya selama masa bersekolah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""