Minggu, 12 Februari 2017

Melihat Orang Merawat Pohon

Tanaman, apalagi tanaman kategori pohon besar, yang sengaja ditanam di sekitar rumah atau perkantoran untuk penghijauan yang dibiarkan liar akan menimbulkan pemandangan yang tidak sedap. Sebab, pertumbuhan cabang dan reranting pohon tersebut menjulur bebas dan tumpang tindih menimbulkan kesan semrawut. Bahkan, bisa mengesankan angker kalau cabang-cabang dan reranting yang kering tidak dibersihkan yang akhirnya menjadi sarang laba-laba. Suasananya semakin seram saat musim penghujan. 

Orang-orang yang melihat pemandangan seperti itu umumnya merasa ngeri. Sebab, membayangkan, seperti kebanyakan orang, di pohon itu dihuni roh halus. Saat mereka melewati pohon itu, katanya, merasa bulu kuduk berdiri. Saya tidak memercayai hal itu. Bulu kuduk berdiri atau tidak tergantung perasaaan kita. Jika kita membayang-bayangkan roh halus berumah di pohon itu, maka bulu kuduk berdiri. Jika tidak membayang-bayangkannya, pasti kita merasa biasa saja. Yang lebih baik sebetulnya berpikiran positif saja. Yaitu roh-roh semacam itu tidak mungkin mencederai kita. Paling-paling hanya menggoda.

Terkait dengan hal tersebut, beberapa sahabat justru berpikir bahwa yang menakutkan itu bukan roh-roh, tapi orang-orang yang berbuat jahat. Sebab, orang-orang yang berbuat jahat dapat melukai kita. Bahkan, sampai dapat berbuat tidak menghargai nyawa orang. Saya setuju pandangan ini.

Akan tetapi, bukan berarti saya setuju pohon dibiarkan seliar-liarnya tumbuh. Tetap harus dilakukan perawatan secara berkala agar pohon menyemburatkan aura yang menyenangkan. Perawatannya tentu tidak jauh berbeda dengan melakukan perawatan terhadap rambut, misalnya. Jika rambut sudah terlihat panjang, umumnya disalonkan. Agar tertata rapi. Memang sebagian di antara kita menyukai rambut panjang walau laki-laki. Toh begitu, mereka tidak membiarkannya terurai liar atau bondet. Mereka akan menyisir dan menatanya meski sesekali.

Perawatan pohon secara berkala akan menjadikan pohon indah dipandang. Bahkan mungkin tidak hanya indah dipandang, tetapi di bawahnya (jika pohon sudah besar) digunakan untuk berkumpul atau bermain. Sekitar pohon akhirnya menjadi pusat tumbuhnya kebersamaan.

Andai di bawah pohon itu dimanfaatkan untuk menanam jenis tetumbuhan kecil (jenis empon-empon) masih memungkinkan. Karena perawatan yang dilakukan secara berkala dengan memberi ruang  sinar matahari dapat menerobos ke area bawah pohon memungkinkan tetumbuhan kecil (tertentu) mengalami pertumbuhan. Karena proses fotosintesis masih bisa berlangsung. Area di bawah pohon akhirnya menjadi pusat tumbuhnya kebersamaan tetumbuhan kecil tersebut.

Karena perawatan secara berkala dilakukan, tidak hanya menjadikan pohon elok untuk dipandang, tetapi di bawahnya dapat juga digunakan untuk membangun kebersamaan dan mengembangbiakkan tanaman tertentu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

""